Pemkot Tarakan Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

  • 25 Apr 2026 14:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mendukung pengembangan ekonomi syariah di Bumi Paguntaka (julukan Tarakan).

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud saat membuka Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 di halaman masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov), sejumlah lembaga perbankan syariah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam sambutannya, Ibnu Saud menjelaskan bahwa ekonomi syariah selalu menjadi perhatian bagi perkembangan perekonomian ke depan. Dalam konteks tersebut ekonomi syariah hadir sebagai salah satu pilar penting pembangunan ekonomi khususnya yang berkeadilan , inklusif dan berkelanjutan.

"Kami, Pemkot Tarakan mendukung dan terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk penguatan sektor ekonomi syariah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kaltara khususnya Tarakan," tegasnya.

Dalam rangka mempercepat pengembangan industri halal, Pemprov Kaltara bersama stakeholder terkait lainnya terus merumuskan berbagai strategi konkret.

Di antaranya melalui penyediaan layanan konsultasi, percepatan sertifikasi halal serta peningkatan kapasitas juru sembelih halal (juleha).

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan literasi keuangan syariah agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan keuangan yang berbasis Syariah.

Rangkaian kegiatan KaShaFa menyuguhkan banyak kegiatan. Di mana festival ini merupakan hasil sinergi bersama yang diharapkan mampu mendukung pengembangan industri halal sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM syariah hingga ke tingkat nasional. Bahkan jika memungkinkan ke tingkat internasional.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan program pasar murah yang merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Kaltara dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Program ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga serta ketersediaan bahan pokok penting seperti beras, gula dan minyak goreng. Tujuannya agar inflasi di Kaltara tetap terjaga pada tingkat yang rendah dan stabil.

Wakil Wali Kota mengajak masyarakat menyemarakkan kegiatan ini sebagai wadah kolaborasi dan akselerasi ekonomi syariah yang berkelanjutan. Diharapkan juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara, khususnya generasi muda maupun para pelaku usaha lokal lainnya. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....