Strategi Toko Kopi Swarata Bertahan di tengah Ketatnya Persaingan

  • 27 Feb 2026 07:13 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Di tengah julukan Tarakan sebagai "Kota Seribu Kafe", Toko Kopi Swarata berhasil menunjukkan eksistensinya melalui strategi kolaborasi dan penguatan branding. Sang pemilik, Taul, meyakini bahwa sinergi antar-pelaku usaha jauh lebih efektif daripada persaingan yang saling menjatuhkan. Hal tersebut diungkapkannya dalam program Kapa (karya Paguntaka) Berkah Ramadhan di programa 2 RRI Tarakan.

Salah satu strategi cerdas yang dilakukan adalah memanfaatkan media sosial secara masif. Swarata tidak hanya menjual gambar produk, tetapi juga membagikan emosi dan narasi melalui video monolog atau konten estetik yang mampu menyentuh sisi emosional calon pelanggan di layar ponsel.

Taul mengungkapkan bahwa di Tarakan, kopi yang enak sangat banyak, namun yang mampu membangun koneksi emosional dengan pelanggan masih jarang. Inilah yang menjadi celah bagi Swarata untuk fokus pada aspek pelayanan (service excellence) guna menciptakan repeat order dari pengunjung.

"Solidaritas antar-pemilik kedai kopi di Tarakan juga sangat tinggi. Jika salah satu kedai kehabisan stok biji kopi, mereka terbiasa saling membantu dengan meminjamkan stok agar operasional tetap berjalan, meskipun setiap kedai memiliki resep takaran yang berbeda,"Ungkapnya.

Terkait kesehatan, Taul juga memberikan edukasi mengenai waktu konsumsi kopi yang tepat, terutama saat bulan Ramadan. Ia menyarankan pecinta kopi untuk menghindari minum kopi saat sahur guna mencegah dehidrasi, dan lebih baik menikmatinya setelah waktu tarawih.

Inovasi juga dilakukan dengan menangkap pergeseran selera masyarakat dari kopi susu ke kopi hitam (seperti Americano) untuk alasan kesehatan dan energi. Swarata terus memantau tren ini agar tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan yang semakin peduli pada gaya hidup sehat.

Ke depan, Taul berharap industri kreatif di Tarakan semakin hidup melalui ruang-ruang diskusi di kedai kopi. Ia berkomitmen untuk terus menjadikan Swarata sebagai sentra kreativitas pemuda yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan daerah melalui aksi kolektif.

Rekomendasi Berita