Kisah Ratna Suliani, Ubah Gabut Menjadi Cuan Lewat Brownies Mini

  • 26 Feb 2026 13:15 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Banyak orang memulai bisnis karena desakan ekonomi, namun Ratna Suliani memulai Bromina karena rasa bosan atau "gabut" sebagai ibu rumah tangga. Mantan guru bahasa Inggris ini mengaku tidak bisa diam dan ingin tetap produktif meskipun harus berada di rumah setelah mengalami masalah kesehatan saat kehamilan anak kedua. Hal itu diungkapkan Ratna Suliani dalam obrolan di program Kapa (karya Paguntaka) Berkah Ramadhan di programa 2 RRI Tarakan.

Ratna bercerita bahwa inspirasi brownies mini didapat saat ia melihat antusiasme keluarganya menikmati camilan serupa di sebuah acara akikah. Berbekal ilmu dari kelas memasak online, ia mulai melakukan eksperimen resep secara mandiri. Ia terus melakukan trial and error hingga menemukan komposisi rasa yang pas sesuai selera pasar.

Uniknya, Ratna mengaku bahwa motivasi awalnya menjadi kurir brownies adalah agar bisa jalan-jalan keliling kota. "Dulu saya antar sendiri pesanan minimal Rp20.000 keliling Tarakan, gratis ongkir, cuma supaya bisa keluar rumah," kenangnya sambil tertawa. Siapa sangka, kebiasaan tersebut justru membuat produknya semakin dikenal luas dari mulut ke mulut.

"Bromina tidak hanya sekadar camilan biasa, tetapi juga menjadi pilihan favorit untuk hampers lebaran, hantaran pernikahan, hingga kado hari guru. sehingga memperhatikan estetika kemasan, menggunakan boks hologram dan kartu ucapan yang menarik agar produk seribuan tersebut tetap terlihat berkelas dan elegan," Ungkapnya.

Dukungan keluarga menjadi pilar penting bagi Ratna. Kakak dan adiknya membantu dalam hal desain logo, manajemen media sosial, hingga pengeditan video promosi. Sinergi keluarga inilah yang membuat Bromina memiliki identitas brand yang kuat di mata masyarakat Tarakan meskipun hanya dikelola dari dapur rumah.

Meskipun peminatnya sangat banyak, Ratna tetap memilih untuk membatasi pesanan sesuai dengan kemampuan fisiknya. Ia memegang prinsip bahwa stabilitas energi sangat penting agar usaha bisa berjalan jangka panjang. Ia tidak ingin memaksakan diri menerima pesanan berlebih yang justru bisa merusak kualitas rasa produknya.

Ratna berharap kedepannya ia bisa membuka gerai offline yang tetap mempertahankan harga murah. Baginya, melihat anak kecil bisa membeli camilan enak dengan uang jajan sendiri adalah sebuah kebahagiaan. Bromina membuktikan bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan tekad kuat bisa memberikan dampak besar bagi pemiliknya.

Rekomendasi Berita