Iseng Membatik, Kini Beromzet Menjanjikan

  • 14 Feb 2025 13:36 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Siapa sangka ketertarikan pada batik bisa berbuah manis? Inilah yang dialami Yetni Raiman, S.E., Owner Metna Batik Kota Tarakan, membagikan perjalanannya merintis bisnis batik dari nol hingga sukses seperti sekarang dalam dialog Mozaik Indonesia Pro 1 Tarakan bertema "Bisnis Batik di Ujung Jemari Lentik".

Yetni bercerita Berawal dari ketertarikan mendalam terhadap batik dan senang mengenakannya, sehingga penasaran untuk belajar membatik.

“Awalnya saya hanya penggemar batik saja hingga ada satu waktu ada salah satu instansi yang membuka peluang untuk pengrajin batik. Karena ada ketertarikan saya mencoba ikut serta dan alhamdulillah saya masuk 10 besar dari seluruh peserta yang ikut kegiatan saat itu. Dan inilah awal perjalanan membantik saya” Ungkap Yetni Owner Metna Batik.

meskipun awal mula ia merambah dunia batik banyak orang, meragukan kemampuannya termasuk keluarganya. Namun, dengan keyakinan dan ketekunan, ia terus mendalami dunia batik.

“Banyak tantangan banyak rintangan bahkan berasal dari dalam keluarga sendiri, yang mana saat itu mereka sangat meragukan saya. Namun saya membuktikan bahwa saya bisa, saya akan konsisten, dan saya bukan orang yang mudah dipatahkan semangatnya hanya karna diremehkan. Karena jika saya menyerah tidak akan bisa seperti hari ini” Ujarnya.

Perlahan tapi pasti, usaha yang dimulai dengan iseng ini berubah menjadi bisnis yang menjanjikan. Yetni terus mengembangkan potensi dirinya hingga saat ini sudah memiliki brand yakni Metna Batik.

Hingga saat ini bu Yetni mengungkapkan selembar kain batik bisa menghasilkan tiga ratus ribu hingga satu juta dua ratus. Harga yang dipatok menyesuaikan bahan hingga tingkat kesulitan batik.

“Untuk batik yang saya pasarkan jenis katun berkisar tiga ratus dan jenis kain satin kisaran limaratus ribu hingga satu juta dua ratus perlembar. Selain jenis kain harga juga menyesuaikan tingkat kesulitan batik”Ungkap Yetni

Hasil kegigihan dan keyakinannya kini, Metna Batik memiliki karyawan dan terus dibanjiri pesanan setiap bulan. Bahkan, Yetni masih merasa seperti bermimpi melihat perjalanan bisnisnya yang berkembang pesat.

Perjalanan Yetni Raiman menjadi bukti bahwa ketertarikan sederhana bisa berbuah kesuksesan jika digarap dengan sungguh-sungguh. (Jube)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....