Menlang Idul Adha, Pedagang Sapi di Tarakan Mulai Ramai Pembeli
- 24 Mei 2026 12:22 WIB
- Tarakan
RRI. CO. ID, Tarakan - Persiapan Idul Adha 1447 Hijriah/2026, pedagang sapi di Tarakan mulai ramai pembeli.
Salah satu pedagang, Zainuddin bahkan mendatangkan lebih dari 600 ekor sapi dari Gorontalo untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat.
“Sudah datang semua. Dari 600-an itu, sekarang sisa sekitar 30-an ekor yang belum laku,” kata pedagang sapi, Zainuddin saat ditemui di lokasi penjualan, Jumat (22/5/2026).
Sapi yang didatangkan beragam jenis. Mulai dari Bali, Simental, Limousin, hingga Brangus. Harga dipatok mulai Rp25 juta hingga Rp120 juta, tergantung bobot dan jenis sapi.
“Yang paling laris itu harga Rp25 juta, Rp27 juta, dan Rp30 juta. Bobotnya sekitar 70–80 kg. Kalau yang paling mahal Limousin bobotnya 1 ton 15 kg, harganya Rp120 juta,” ungkap Zainuddin.
Menurutnya, penjualan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Hal itu karena jalur pemasukan sapi dari Gorontalo dan Toli-Toli sudah kembali dibuka setelah sebelumnya sempat terhambat isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Bahkan permintaan tidak hanya dari Tarakan, tapi juga di luar daerah. Seperti Tanjung Selor, Bulungan.
“Kalau tahun lalu masih sedikit yang masuk. Sekarang sudah banyak. Permintaan juga datang dari luar Tarakan, seperti Tanjung Selor,” ujar Zainuddin.
Ia memastikan, semua sapi yang dijual sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Setiap kedatangan, hewan diperiksa dan diambil sampel darah sebelum dijual ke masyarakat.
“Pemeriksaan dilakukan setiap datang. Diperiksa dulu, baru dijual. Kita jaga supaya aman dikonsumsi,” tegasnya.
Untuk pakan, pedagang menggunakan batang jagung, rumput, dan dedak. Setelah Idul Adha, sapi yang tersisa tetap dipelihara dan sebagian disalurkan untuk kebutuhan konsumsi harian di Tarakan.
Harga daging sapi di tingkat peternak saat ini berkisar Rp155 ribu hingga Rp165 ribu per kg dan cenderung stabil dibanding tahun sebelumnya. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....