GPM Bantu Tekan Harga, Warga Akui Minyakita Susah Dicari
- 20 Mei 2026 18:01 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Minyakita yang langka dan mahal di pasaran membuat warga Tarakan berbondong-bondong datang ke Gerakan Pangan Murah (GPM).
GPM digelar di halaman Masjid Al Ma’arif, Kelurahan Selumit, Tarakan Tengah, Rabu (20/5/2026), hasil kolaborasi Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan.
Kegiatan ini digelar dalam rangka stabilitasi harga dan menjaga inflasi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Bagi warga, kegiatan ini meringankan beban belanja sehari-hari. Meski harus antre untuk mendapatkannya.
Salah satunya dirasakan Mardiana yang datang ke GPM untuk mencari Minyakita yang kini sulit didapat. “Kalau saya ke sini mau cari Minyakita. Karena harganya melambung tinggi, barangnya juga susah. Kalau di sini lebih murah daripada di pasar,” ujarnya.
Menurutnya, selisih harga di GPM dengan pasar tradisional memang tidak terlalu besar. Namun untuk kebutuhan pokok seperti minyak dan beras, selisih itu cukup berarti.
“Masak pun kurang lebih saja harganya. Minyak saja yang beda, sama beras. Di pasar minyak goreng kena mahal, tergantung mereknya,” kata Mardiana.
Ia juga menyebut pembelian minyak goreng di pasar kini dibatasi dengan sistem jatah. Kalau ada, dijatah hanya 2 pack dengan masing-masing kemasan ukuran 2 liter.
Minyakita yang dibeli Mardiana rencananya digunakan untuk kebutuhan jualan dan konsumsi harian. “Ya, bisa membantu lah sedikit. Walaupun orang susah juga, sih. Karena antri,” katanya sambil tersenyum.
GPM di Tarakan menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi. Seperti Beras SPHP 5 kilogram dari Bulog dilepas Rp60 ribu per karung, sementara beras premium 5 kilogram Rp72 ribu.
Ada juga paket sembako berisi minyak kita 2 liter, bawang putih setengah kilogram, bawang merah setengah kilogram, dan gula pasir 1 kilogram, cukup bayar Rp80 ribu.
Tak hanya itu, tersedia cabai rawit Rp5 ribu per bungkus, telur ayam Rp57 ribu per piring, tepung, frozen food, hingga sayur dan hasil perikanan. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....