Ancaman Tren NEET pada Generasi Muda di Kaltara, BPS: Alarm bagi Pemerintah
- 20 Mei 2026 09:27 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat adanya fenomena yang cukup mengkhawatirkan di kalangan generasi muda. Jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak sedang mengikuti pelatihan—atau yang dikenal sebagai kelompok Not in Employment, Education, or Training (NEET)—mengalami peningkatan signifikan di tahun 2025.
Berdasarkan data BPS, angka NEET di Provinsi Kalimantan Utara melonjak dari 16,8 persen pada tahun 2024 menjadi 18,6 persen pada tahun 2025. Peningkatan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di tengah fase bonus demografi, di mana usia produktif seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, menilai kondisi ini merupakan alarm keras bagi pemerintah daerah. Menurutnya, keluar atau tidak terserapnya angkatan kerja muda dari pasar kerja tidak hanya disebabkan oleh alasan klasik seperti melanjutkan pendidikan atau mengurus rumah tangga, melainkan juga dipicu oleh pergeseran ekspektasi dan tantangan adaptasi.
Ekspektasi Upah Tinggi Jadi Pemicu
Salah satu faktor psikologis dan ekonomi yang memicu tingginya angka NEET adalah ketidaksesuaian antara ekspektasi lulusan berpendidikan tinggi dengan realitas pasar kerja lokal. Umar Riyadi menjelaskan terdapat teori ekonomi yang berbanding lurus antara tingkat pendidikan dan harapan pendapatan (expected wage).
"Kami sadar ada sebuah teori bahwa ketika seseorang tingkat pendidikkannya semakin tinggi, maka meningkat pula terkait dengan expected wage atau keinginan dia untuk mendapatkan upah berapa. Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk langsung mendapatkan apa yang mereka harapkan," ujar Umar.
Akibat kesenjangan ekspektasi ini, banyak generasi muda yang memilih untuk bertahan dalam kondisi tidak melakukan aktivitas produktif (menganggur) dibanding menerima pekerjaan yang dianggap tidak memenuhi standar upah mereka. (Setya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....