"Banjir" Ayam Beku, Harga Ayam Lokal Naik

  • 14 Mar 2026 05:51 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Maraknya penjualan daging ayam beku di sejumlah pasar, membuat harga daging ayam potong lokal naik jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Hal itu disampaikan Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, usai melakukan sidak ke Pasar Tenguyun, Jumat (13/03/2026).

Dari hasil sidak diketahui harga daging ayam kotor Rp48 ribu/kg dan yang bersih Rp50 ribu/kg. Pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga karena stok daging ayam potong lokal, berkurang. Disebabkan peternak mengurangi produksinya karena diduga banyaknya daging ayam beku beredar.

"Saya tanya tadi katanya produksinya berkurang karena peternak ini agak mengurangi produksi. Ini juga imbas dari persaingan dengan ayam beku," ujar Khairul kepada awak media.

Untuk itu, pria yang juga menjabat Wali Kota Tarakan ini menghimbau distributor ayam beku menjalankan usahanya sesuai rekomendasi yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Distributor diizinkan menjual ayam bekunya ke luar Tarakan, bukan di wilayah Tarakan.

"Sesuai rekomendasinya sebenarnya mereka untuk menjual keluar wilayah Tarakan bukan di Tarakan ini nanti kami akan melihat lagi rekomendasinya, saya kira dari dinas ketahanan pangan dan pertanian dilihat dengan teliti rekomendasinya," pinta Khairul.

Menurutnya, ayam potong yang diproduksi peternak lokal sebenarnya cukup dalam memenuhi kebutuhan di Tarakan. Tetapi karena banyaknya beredar ayam beku membuat peternak memilih mengurangi produksi untuk menghindari kerugian lebih banyak.

Sementara untuk harga komoditi yang lain diakui Khairul, turut mengalami kenaikan. Tetapi tidak terlalu signifikan. Dengan demikian harga dinilai masih relatif stabil dan diharapkan tidak terjadi lonjakan signifikan hingga lebaran. (Rajab/sti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....