Dolar AS Menguat, Akademisi: Warga Tarakan Tak Perlu Panik Berlebihan

  • 31 Mei 2026 19:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah dan sempat menyentuh level Rp17.845 per dolar pada Kamis (28/05/2026). Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat akan dampak kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Namun, akademisi dari Politeknik Bisnis Kaltara, Dr. Ana Srekaningsih, S.St.H., M.M., meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan.

Menurut Dr. Ana, penguatan dolar saat ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, faktor internal seperti ketergantungan impor bahan baku juga turut memberikan tekanan pada rupiah.

Meski demikian, Dr. Ana menegaskan bahwa kondisi ini tidak semengerikan krisis moneter tahun 1998. Ia menilai skala kenaikan dolar saat ini masih dalam batas yang dapat dikelola oleh pemerintah.

"Untuk wilayah Tarakan, dampaknya bersifat dua sisi. Bagi eksportir komoditas seperti udang, kepiting, dan rumput laut, penguatan dolar justru memberikan keuntungan pendapatan lebih tinggi jika dikonversi ke rupiah. Namun, bagi petani tambak di tingkat hulu, kenaikan biaya logistik barang dari luar daerah menjadi tantangan tersendiri." Jelas DR. Ana.

Pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diyakini terus berupaya mencari solusi untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah konkret seperti pemberian subsidi logistik untuk daerah kepulauan sangat disarankan untuk meredam dampak kenaikan harga.

Dr. Ana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pengaturan keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok sangat krusial dilakukan saat ini .

Pemerintah juga didorong untuk melakukan intervensi langsung pada sumber bahan pokok agar distribusi berjalan lancar tanpa melalui banyak rantai tengkulak yang memicu kenaikan harga .

Secara indeks kesejahteraan, Tarakan dinilai masih berada dalam posisi yang baik dengan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini menjadi modal kuat bagi Tarakan untuk tetap bertahan di tengah guncangan ekonomi global.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak menyikapi informasi yang beredar dan fokus pada peningkatan kreativitas dalam beraktivitas ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....