Pedagang Pasar Gusher Keluhkan Sepinya Pembeli, Pendapatan Turun hingga 50 Persen

  • 30 Agt 2026 12:44 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Sejumlah pedagang di Pasar Gusher Tarakan mengeluhkan sepinya pengunjung dalam. Akibatnya, pendapatan mereka turun hingga 50 persen dibanding kondisi normal sebelumnya.

Salah satu pedagang sayur, Jhoni kepada RRI mengaku saat ini pembeli di Pasar Gusher jauh berkurang.

“Kurang terus pembeli. Mungkin gara-gara banyak jualan di pinggir-pinggir jalan. Orang banyak membelinya di luar,” keluh Jhoni, Kamis (27/8/2026).

Jhoni yang sudah 10 tahun berjualan di pasar tersebut menyebut dampak langsungnya adalah penurunan pendapatan. Jika dulu omzet harian bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta, kini hanya sekitar Rp1 juta per hari.

“Biasa Rp2 juta, biasa Rp3 juta. Sekarang paling Rp1 juta. Ya, begitulah turunnya. Sekitar 50 persen,” kata Jhoni.

Menurutnya, kondisi sepi ini sudah berlangsung sekitar 2 tahun. Keramaian hanya terjadi saat momen Lebaran dan Tahun Baru. Sementara di hari biasa, pengunjung tetap sedikit.

Hal senada juga dirasakan pedagang telur, Ahmad Yani. Ia menyebut harga telur saat ini sudah mulai stabil dan terjangkau. Namun penurunan harga tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah pembeli.

“Dulu mahal telur, pembeli juga ramai. Sekarang telur jatuh, pembeli juga jatuh. Sampai banyak yang busuk-busuk telur dibuang,” ungkap Ahmad Yani.

Saat ini harga telur ukuran sedang Rp55.000 perpiring, ukuran besar Rp66.000 perpiring dan eceran Rp2.000 perbiji. Padahal beberapa bulan lalu harga sempat anjlok hingga Rp45.000 per papan akibat pasokan dari Sulawesi yang melimpah.

Ahmad Yani menyebut volume penjualan telur juga anjlok drastis. Jika sebelum pandemi bisa menjual 250 piring perhari, kini hanya sekitar 50 piring perhari. Penurunan ini berdampak pula pada omsetnya yang ikut turun drastis.

Ia menilai kondisi ini sebagai indikator melemahnya daya beli masyarakat.

“Saya itu kan orang di pasar sudah lebih 10 tahun. Saya pernah lihat-lihat itu, kalau pasarnya sepi, berarti lebih-lebih penjual motor, penjual mobil, kan? Mau tak mau, mau makan, pasti ke pasar orang beli. Kalau pasarnya sepi, bagaimana kira-kira,” pungkas Ahmad Yani.

Para pedagang berharap ada perhatian dari pemerintah agar aktivitas ekonomi di pasar tradisional kembali menggeliat dan daya beli masyarakat meningkat. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....