UBT Perkuat Daya Saing Lulusan, Ekonomi Pembangunan FEB Gelar Revisi Kurikulum
- 21 Agt 2026 16:52 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan— Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar kegiatan Revisi dan Rekonstruksi Kurikulum pada 20–21 Agustus 2026.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan kurikulum prodi mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus mengoptimalkan potensi strategis Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai wilayah perbatasan dan kawasan kaya sumber daya alam.
Kegiatan penting ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang komprehensif, mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga para stakeholder sebagai pengguna lulusan.
Sejumlah instansi terkemuka turut hadir memberikan masukan konstruktif, di antaranya Bank Indonesia (BI) KPw Kalimantan Utara, BAWASLU, Perumda/PDAM, Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai lembaga pemerintah dan mitra strategis lainnya.
Menjawab Kebutuhan Pasar dan Karakteristik Wilayah
Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UBT menegaskan bahwa revisi kurikulum bukan sekadar mengubah daftar mata kuliah. Lebih dari itu, proses ini dirancang untuk menyelaraskan pembelajaran di kampus dengan dinamika pasar tenaga kerja serta karakteristik ekonomi wilayah perbatasan Kaltara.
"Kita ingin kurikulum yang dihasilkan bukan hanya relevan secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Masukan dari pengguna lulusan, alumni, mahasiswa, dan dosen menjadi sangat penting dalam menentukan kompetensi utama lulusan," ungkapnya.

Sebagai provinsi paling utara di Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kaltara memiliki lanskap ekonomi yang unik. Mulai dari perdagangan lintas batas, logistik, pembangunan kawasan, hingga potensi besar di sektor perikanan, kelautan, pertambangan, energi, dan hilirisasi.
Fokus Kompetensi dan Laboratorium Lapangan
Melalui rekonstruksi ini, arah kurikulum difokuskan untuk memperkuat sejumlah kompetensi kunci bagi mahasiswa, di antaranya:
Ekonomi Regional & Perbatasan: Memahami dinamika perdagangan lintas batas dan konektivitas wilayah.
Ekonomi Pesisir & Kelautan: Mengoptimalkan potensi maritim dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Analisis Data & Kebijakan Publik: Membekali mahasiswa dengan keahlian berbasis teknologi dan problem solving.
Hilirisasi & Pembangunan Berkelanjutan: Menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam secara strategis.
Potensi geografis Kaltara tidak hanya dijadikan objek kajian, melainkan difungsikan langsung sebagai laboratorium pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa. Dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan memiliki fleksibilitas karier yang luas—baik sebagai analis ekonomi, perencana pembangunan, praktisi perbankan, peneliti, aparatur pemerintahan, hingga entrepreneur yang siap membangun Kaltara dan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....