Komitmen Terbangi Tarakan-Hongkong, Buka Peluang Ekspor Komoditi Nonperikanan

  • 21 Jun 2026 11:34 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Maskapai kargo My Indo Airlines menegaskan komitmennya untuk tetap melayani rute penerbangan logistik langsung dari Tarakan menuju Hongkong.

Meskipun saat ini aktivitas ekspor komoditas perikanan sedang terhenti sementara karena dampak rugulasi yang tumpang tindih, pihak maskapai memastikan armada mereka akan selalu siap mengudara demi mendukung roda perekonomian dan logistik di Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal tersebut disampaikan Perwakilan My Indo Airlines, Elsye Afriani. Ia meluruskan anggapan bahwa maskapai menghentikan operasional akibat kondisi kargo saat ini.

"Bukan stop sementara waktu. Maksudnya, kalau pesawatnya tetap terbang, kita komitmen untuk tetap terbang dari Tarakan ke Hongkong. Kami berharap ada perbaikan dari sisi volume kargonya ke depan, dan mudah-mudahan regulasinya bisa lebih mempermudah para eksportir," ujar Elsye.

Lebih lanjut, Elsye mengungkapkan bahwa layanan pesawat freighter (kargo) milik My Indo Airlines tidak hanya terbatas pada sektor perikanan saja. Dengan armada Boeing 737-800 yang memiliki kapasitas muatan besar, pihak maskapai mengajak seluruh pelaku usaha di Tarakan dan sekitarnya untuk memanfaatkan ruang kargo yang tersedia secara maksimal.

Beberapa jenis komoditas yang berpotensi besar untuk diekspor meliputi produk perikanan dan Rumput laut hingga barang-batang hasil UMKM okal yang siap merambah pasar internasional.

"Sebenarnya jenis kargo apapun bisa dinaikkan karena kita menggunakan pesawat freighter yang kapasitasnya bisa memuat 22 hingga 24 ton. Sayang sekali kalau misalnya tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah Tarakan," tambah Elsye.

Menanti Kebijakan yang Mempermudah Eksportir

Mengenai kekosongan muatan pada penerbangan hari Kamis lalu, Elsye menyerahkan evaluasi teknis kepada pihak terkait di daerah.

Di sisi lain, My Indo Airlines akan tetap konsisten mendatangkan armada sesuai jadwal dan menunggu kesiapan dari para eksportir.

Pihak maskapai berharap sinergi antara regulasi yang suportif dan keaktifan para pelaku usaha dapat segera memulihkan volume ekspor dari Tarakan.

"Kami selalu menyediakan transportasi dan akan senang banget kalau kargonya lebih banyak. Pesawat kami tetap datang hari Kamis dari Tarakan ke Hongkong. Intinya, barang apa saja bisa dinaikkan ke pesawat kami, asal sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku," tutup Elsye. (Rajab)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....