Kemnaker Dorong Pencari Kerja Ubah Keahlian Teknis Jadi Peluang Wirausaha
- 03 Jun 2026 10:34 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyelenggarakan webinar penyuluhan jabatan bertajuk "Kemandirian Karir: Mengubah Keahlian Teknis Menjadi Peluang Wirausaha yang Menjanjikan". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagi para pencari kerja agar mampu mengubah kompetensi teknis yang dimiliki menjadi modal utama dalam menciptakan peluang usaha mandiri di tengah pasar kerja yang dinamis.
Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker, Isnarti Hasan S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa masalah pengangguran sering kali dipicu oleh ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi pencari kerja dengan syarat jabatan yang dibutuhkan industri. Selain itu, keterbatasan akses informasi dan rendahnya literasi digital di daerah pelosok turut memperumit penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, Kemnaker terus mendorong penguatan kemandirian karier agar masyarakat tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan kerja formal.
Narasumber utama webinar, Agatha Elsye Sulayman, S.Psi., SH., MM., yang merupakan HR Consultant, memaparkan materi bertema "Dari Skill Menjadi Cuan". Ia menjelaskan bahwa beragam keahlian teknis seperti tata boga, otomotif, desain, hingga penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan mentalitas wirausaha. Menurutnya, langkah pertama yang krusial adalah mengenali potensi diri dan berani melihat peluang di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Agatha juga menyoroti pentingnya kreativitas dalam meningkatkan nilai jual sebuah produk atau jasa. Ia mencontohkan bagaimana pengemasan (packaging) dan cara penyajian yang unik dapat mengubah harga jual produk sederhana, seperti kue pasar atau kopi, menjadi berkali-kali lipat lebih mahal.
"Kita harus berpikir kreatif untuk menjadi sesuatu yang berbeda, karena dampak perbedaannya bisa mendatangkan penghasilan yang juga berbeda bagi kita," ungkapnya.
Namun, ia mengakui bahwa hambatan terbesar dalam memulai usaha sering kali bukan berasal dari kurangnya modal atau keterampilan, melainkan faktor mental seperti rasa takut gagal dan keinginan untuk menunggu kondisi sempurna. Agatha mengingatkan para peserta agar tidak terjebak dalam sikap terlalu banyak menimbang tanpa tindakan nyata. Ia menyarankan untuk memulai dari skala kecil, bahkan dari dapur rumah, dengan memanfaatkan promosi gratis melalui media sosial dan WhatsApp.
Sebagai penutup, webinar ini juga menginformasikan ketersediaan berbagai program dukungan dari pemerintah melalui ekosistem "Siap Kerja" milik Kemnaker. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) melalui Bizhub, hingga sertifikasi keahlian di Sertihub.
"Skill akan menjadi biasa jika hanya disimpan, tetapi skill akan menjadi peluang ketika berani digunakan dan dikembangkan," pungkas Agatha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....