BPS Tarakan: Cabai dan Tiket Pesawat Picu Inflasi Maret 2026
- 30 Apr 2026 19:33 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi daerah pada periode Maret 2026. Dalam laporan tersebut, tercatat bahwa Kota Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,63 persen secara month-to-month (m-to-m).
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa angka tersebut membawa inflasi kalender sejak awal tahun hingga Maret menyentuh 1,06 persen. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan dan jasa transportasi udara.
Komoditas cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,30 persen. Selain cabai, daging ayam ras dan beras juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks harga konsumen di Bumi Paguntaka.
"Kenaikan cabai rawit ini memang cukup konsisten terjadi, apalagi bertepatan dengan momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri," ujar Umar dalam dialog Sapa Kaltara di RRI Tarakan. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat yang tinggi terhadap cabai segar menjadi salah satu faktor pendorong utama.
Selain sektor pangan, tarif angkutan udara juga kembali menjadi sorotan setelah memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen. Kondisi ini dipicu oleh kebijakan penyesuaian harga tiket dan dampak dari kenaikan harga avtur dunia.
Meskipun beberapa komoditas naik, Umar menyebut ada juga komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga. Emas perhiasan, sawi hijau, dan angkutan laut tercatat mengalami tren penurunan harga yang membantu menyeimbangkan angka inflasi.
BPS memprediksi tekanan inflasi pada April masih akan terasa mengingat dampak pasca-lebaran biasanya masih membekas di pasar. Koordinasi antar instansi sangat diperlukan untuk menjaga agar inflasi tidak melampaui target nasional.
Pihak BPS terus memantau 383 komoditas secara rutin setiap bulannya untuk memberikan laporan yang akurat kepada pemerintah kota. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bisa tepat sasaran.
Sebagai penutup, Umar mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong. Kesadaran konsumen dalam mengatur pola belanja dianggap sangat membantu dalam menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....