Sokong Produksi Migas Nasional, PHM Berhasil Kapalkan Topside Proyek Manpatu

  • 23 Apr 2026 12:54 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID TANJUNG PINANG – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan progres signifikan dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pada 17 April 2026, PHM resmi melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside untuk Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Keberhasilan pengapalan topside (bagian atas anjungan) seberat 1.000 ton ini menjadi tonggak penting menuju target onstream pada Kuartal I 2027. Sebelumnya, struktur penyangga atau jacket telah lebih dulu diberangkatkan pada 8 April 2026.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menjelaskan bahwa tahapan ini merupakan operasi dengan presisi dan risiko tinggi yang menuntut kesiapan teknis serta standar keselamatan yang ketat.

"Penyelesaian tahap fabrikasi topside ini adalah wujud kolaborasi solid tim dan pemangku kepentingan. Proyek Manpatu merupakan kontribusi nyata kami terhadap ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan produksi yang sudah mature," ujar Setyo.

Topside yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan, sistem kontrol, hingga akomodasi pekerja ini diangkut menggunakan cargo barge menempuh perjalanan laut sejauh 1.930 km. Diperkirakan, struktur raksasa ini akan tiba di lokasi proyek lepas pantai Balikpapan dalam waktu 15 hari untuk segera memasuki fase instalasi.

Proyek Manpatu sendiri masuk dalam kategori fast track. Berawal dari penemuan sumur eksplorasi pada 2022, proyek ini berkembang pesat hingga tahap konstruksi. Secara keseluruhan, lingkup pekerjaan mencakup instalasi satu anjungan baru, modifikasi satu anjungan eksisting, hingga pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 km untuk mendukung pengeboran 11 sumur pengembangan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang hadir langsung dalam seremoni tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas keberlanjutan investasi PHM. Ia menyoroti dampak positif proyek ini terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“PHM memberikan kontribusi berarti dengan melibatkan lebih dari 360 pekerja terampil asal Kalimantan Timur dalam proyek ini. Ini sangat membantu penyerapan tenaga kerja di saat banyak terjadi PHK di sektor lain,” tutur Seno Aji.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menekankan bahwa meski proyek ini bergerak cepat, standar keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Hingga Maret 2026, Proyek Manpatu telah mencatatkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa kecelakaan atau Lost Time Incident (LTI).

"Keberhasilan ini membuktikan kemampuan kita menghadapi tantangan industri melalui inovasi dan komitmen HSSE yang kuat. Energi yang dihasilkan hari ini adalah fondasi masa depan bangsa," tutup Sunaryanto.

Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas desain hingga 80 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), yang diharapkan dapat memperkuat pasokan gas dan kondensat dari wilayah Kalimantan untuk kebutuhan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....