Dari Bandeng Berduri Menjadi Abon Yang Gurih

  • 25 Apr 2025 10:35 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Bagi masyarakat kota Tarakan ikan bandeng sudah menjadi salah satu menu favorite dalam hampir setiap masakan.Ikan yang terkenal dengan dagingnya yang putih ,gurih, dan berduri ini sudah menjadi ciri khas kota Tarakan. Ikan bandeng biasanya dibakar,dipresto,digoreng,dipindang ,atau dimasak bumbu kuning.

Selain itu ikan yang menjadi ikon Bumi Paguntaka ini juga ternyata bisa diolah menjadi abon.Pelaku UMKM Dachlia Herdiana mengambil peluang bisnis ini dan menceritakan pengalamannya saat mengisi acara sebagai narasumber di acara Mozaik Indonesia di Pro 1 Rri Tarakan.Dachlia mengungkapkan butuh kesabaran dalam mengolah ikan bandeng menjadi abon.Ini karena butuh waktu yang lama untuk membersihkan ikan bandeng dari durinya sebelum diproses menjadi abon.Butuh waktu setengah hari mulai dari membersihkan ikan bandeng dari sisik dan durinya sampai proses dikukus dan pengemasan.

Ibu Dachlia mengaku cukup kesulitan diawal memulai usahanya ini karena belum memiliki alat-alat yang diperlukan dalam proses mengolah abon bandeng. “Kalau pertama itu saya tidak punya presan,saya sekarang sudah punya.Terus awalnya saya juga tidak punya namanya spinner.Sekarang sudah punya.”Menurut ibu Dachlia salah satu alat yang cukup penting dalam proses pengolahan ikan bandeng menjadi abon ini adalah spinner. Spinner merupakan mesin yang bermanfaat untuk mengurangi kadar minyak dan air pada makanan tertentu. Spinner sangat membantu bagi pelaku usaha olahan makanan gorengan seperti keripik buah, kripik umbi-umbian, keripik pisang, keripik tahu, keripik tempe, abon dan lain-lain.

Setelah melalui banyak rintangan dalam memulai usahanya ini,ibu Dachlia mengaku hasil jualannya cukup diminati masyarakat.Hasil olahan abon bandengnya sudah banyak dipesan setelah dipromosikannya lewat media sosial.Ibu Dachlia juga sering memberikan promo produk abon bandengnya bagi masyarakat yang membeli dalam jumlah yang banyak.

Sebelum mengakhiri perbincangan ibu Dachlia juga berpesan kepada para pelaku UMKM agar tetap semangat terutama bagi mereka yang baru memulai usahanya.”Bagi saya untuk UMKM yang ada di kota Tarakan mulai yang pemula jangan pernah namanya menyerah apalagi istilahnya kita mengeluh ya,walaupun kita dari dasar tapi kalau seandainya kalau kita punya tekad,insyaAllah berjalan dengan lancar”.(Firgo)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....