BI dan TNI AU Berkolaborasi Penguatan Rupiah di Perbatasan

  • 18 Feb 2025 18:03 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Bersama dengan Pangkalan Udara (Lanud) Anang Busra Tarakan, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara) memberikan edukasi kepada personil TNI Angkatan Udara terkait Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, QRIS, Perlindungan Konsumen, serta Kebanksentralan.

Bertempat di Lanud Anang Busra Tarakan, sebanyak 150 peserta dari personil Lanud Anang Busra, ibu-ibu PIA Ardhya Garini, Satradar serta jajaran pimpinan dari kedua institusi, antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBl)Provinsi Kaltara, Hasiando G.Manik mengatakan, pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan seluruh mitra kerja termasuk Angkatan Udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara.

"Bank Indonesia terus bersinergi dengan seluruh mitra kerja untuk memastikan ketersediaan rupiah layak edar, kelancaran transaksi, dan digitalisasi pembayaran melalui kedaulatan tupiah di perbatasan, perluasan QRIS, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan dimedia digital, serta sinergi lintas mitra kerja utama,”kata Hasiando, Senin (18/2/2025)

Ia menambahkan, TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Bank Indonesia memiliki perannya masing-masing dalam menjaga kedaulatan negara, TNI AU menjaga kedaulatan wilayah udara NKRI sementara Bl menjaga kedaulatan rupiah.

"TNI AU dan Bank Indonesia memiliki peran masing-masing dalam menjaga kedaulatan NKRI," ungkapnya.

Komandan Pangkalan Udara Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Bagus Hariyadi menambahkan, Lanud Anang Busra mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dilakukan oleh BI, dan seluruh personil Lanud Anang Busra terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi, dan potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan (Al) yang dapat merugikan masyarakat.

Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh BI Kaltara menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh narasumber dari Bank Indonesia, seperti Kebanksentralan, yang menjelaskan peran,tujuan,dan kedudukan Bank Sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dilanjutkan CBP Rupiah yang mengedukasi peserta tentang cara mengenali keaslian Rupiah dengan metode 3D(Dilihat,Diraba,Diterawang), menjaga Rupiah dari pemalsuan, serta merawat uang dengan prinsip 5J(Jangan Dilipat,Jangan Dicoret,Jangan Distapler Jangan Diremas,dan Jangan Dibasahi).

Disambung edukasi QRIS yang memberikan pemahaman tentang cara aman melakukan transaksi digital, Bl juga menyampaikan berdasarkan data transaksi QRIS di Kaltara pada tahun 2024 sebanyak 5.298.424,dengan jumlah pengguna QRIS sebanyak 121.437, serta Jumlah Merchant QRIS 95.369. Saat ini transaksi QRIS juga bisa dilakukan untuk antransaksi antar negara,dengan jaringan QR antar negara di Asia Tenggara antara lain negara Thailand, Singapur, dan Malaysia.

Kegiatan edukasi ditutup dengan materi terkait Perlindungan Konsumen yang mengingatkan peserta untuk selaluwaspada terhadap kejahatan di media sosial. Materi ini disampaikan dengan kolaborasi dari BPD Kaltimtara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....