Jaga Kedaulatan di Perbatasan, BI dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

  • 14 Jul 2026 21:50 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN — Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas keberangkatan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (14/7/2026). Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di beranda terdepan negara.

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai menjadi wilayah yang sangat krusial karena memiliki 467 pulau dan berbatasan darat maupun laut secara langsung dengan negara tetangga. Kondisi geografis yang menantang ini memicu potensi besarnya penggunaan mata uang asing dalam transaksi sehari-hari di masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran Rupiah secara fisik menjadi mutlak diperlukan bukan hanya sebagai alat bayar, melainkan juga pertahanan kedaulatan.

Kepala Kantor Koordinator Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Haris Munandar, menegaskan bahwa peredaran uang asing di wilayah perbatasan memiliki dampak yang tidak bisa disepelekan.

"Potensi penggunaan uang selain Rupiah sebagai alat pembayaran khususnya di wilayah perbatasan, memiliki risiko strategis dari sisi ketahanan nasional maupun keutuhan bangsa dan negara," ujar Haris dalam sambutannya di Tarakan.

Haris melanjutkan bahwa Rupiah memegang peranan yang sangat sakral dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, mata uang bukan sekadar alat transaksi ekonomi semata, melainkan manifestasi dari harga diri bangsa.

"Rupiah bukan saja alat transaksi pembayaran, tetapi Rupiah juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa, serta merupakan simbol kedaulatan negara," tambahnya.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ini, BI mengandalkan kekuatan armada TNI AL untuk menembus titik-titik tersulit atau blank spot yang selama ini belum terjangkau oleh perbankan komersial. Sinergi ini mempertemukan dua misi yang segaris, yakni TNI AL yang menjaga kedaulatan wilayah lewat pertahanan militer, dan Bank Indonesia yang mengamankan kedaulatan melalui simbol mata uang.

Menggunakan kapal perang KRI Ajak 653, ekspedisi yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 14 hingga 20 Juli 2026 ini akan mengarungi lautan demi menyambangi lima pulau terdepan, terpencil, dan terluar (3T). Adapun kelima wilayah yang menjadi sasaran utama penukaran uang kali ini adalah Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan.

Dalam misi kemanusiaan dan kedaulatan kali ini, Bank Indonesia tidak tanggung-tanggung dengan menggelontorkan uang baru hasil cetak sempurna senilai miliaran Rupiah demi menarik uang tidak layak edar di masyarakat.

"Kami di Bank Indonesia menyediakan uang baru hasil cetak sempurna sebesar 6 miliar rupiah," ungkap Haris merinci kesiapan modal yang dibawa tim on-board.

Acara pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut kemudian ditutup dengan sebuah pesan puitis yang membakar semangat para personel yang bertugas.

"Mentari pagi bersinar terang, KRI berlayar menerjang hambatan. Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilepas untuk berjuang, menjangkau negeri hingga pulau terdepan," pungkas Haris melalui pantunnya.

(setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....