Sempat "Mencekik", Harga Tiket Pesawat Perintis Kembali Normal
- 03 Jul 2026 23:28 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Gelombang protes mahasiswa di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali pecah. Aliansi Mahasiswa Perbatasan Melawan, kembali mendatangi Bandara Internasional Juwata Tarakan (30/6), menyusul aksi serupa pada (23/6) lalu.
Aksi jilid dua ini dipicu dikarenakan tuntutan belum dipenuhi mengenai lonjakan harga tiket serta carut-marut mekanisme pembelian tiket pesawat perintis dengan cara diundi. Program yang sejatinya digagas pemerintah pusat untuk memangkas disparitas harga dan menghubungkan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kini justru menjadi momok baru.
"Masyarakat menggunakan pesawat perintis bukan untuk berlibur. Mereka menggunakan penerbangan perintis untuk menuntut pendidikan, berobat, dan menyambung hidup ," tegas Jumaipin, Ketua GMKI Cabang Tarakan.
GMKI Cabang Tarakan bersama aliansi menilai, alasan pembengkakan biaya operasional yang kerap dilemparkan oleh pihak maskapai maupun bandara tidak boleh dijadikan pembenaran. Pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat didesak untuk tidak menutup mata terhadap realita di lapangan.
"Pemerintah dan pihak bandara wajib bertanggung jawab menyediakan layanan transportasi perbatasan yang terjangkau. Jangan limpahkan beban operasional ke pundak masyarakat kelas menengah ke bawah," tuntut Jumaipin.
Hingga rilis ini diturunkan, pihak bandara dan maskapai akhirnya resmi menurunkan harga tiket pesawat perintis kembali ke tarif normal dan memperbaiki mekanisme pembelian tiket menjadi lebih beradab.
GMKI Cabang Tarakan menegaskan perjuangan belum selesai. Pihaknya akan terus mengawal ketat ke depan agar kebijakan tidak lagi merugikan masyarakat perbatasan. (Setya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....