Warga Keluhkan Buruknya Layanan Pelabuhan Feri Sebawang

  • 09 Feb 2026 21:59 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Layanan penyeberangan feri di Pelabuhan Sebawang, Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara, menuai kritik tajam dari pengguna jasa. Salah satu warga, Mas Anto, melaporkan kondisi pelabuhan yang dinilai jauh dari kata layak meskipun telah beroperasi sejak September 2020.

Keluhan utama yang dirasakan penumpang adalah waktu tunggu yang sangat lama, bahkan mencapai lebih dari lima jam. Hal ini diperparah dengan tidak adanya jaminan bagi penumpang untuk terlayani jika antrean kendaraan sedang panjang.

"Waktu tunggunya bisa lebih dari lima jam. Sangat melelahkan bagi pengguna jasa yang ingin menyeberang ke Tarakan menggunakan KMP Manta," ujar Mas Anto dalam laporan yang diterima RRI, Jumat 6 Februari 2026.

Selain masalah antrean, fasilitas fisik pelabuhan juga menjadi sorotan. Hingga saat ini, Pelabuhan Sebawang dilaporkan masih menggunakan dermaga darurat atau temporer. Ironisnya, status "darurat" ini sudah bertahan selama lebih dari lima tahun tanpa ada peningkatan permanen.

Ketiadaan fasilitas movable bridge (jembatan bergerak) memaksa proses bongkar muat kapal bergantung sepenuhnya pada pasang surut air laut. Kondisi ini sering kali menyebabkan jadwal keberangkatan menjadi tidak menentu dan menghambat mobilitas ekonomi.

Keterbatasan armada juga menjadi persoalan serius, di mana hanya tersedia satu kapal yang melayani rute Sebawang–Tarakan setiap dua hari sekali. Minimnya jadwal ini membuat penumpukan kendaraan tidak terhindarkan di area pelabuhan.

Menanggapi laporan tersebut, tim Halo RRI berkomitmen untuk meneruskan keluhan ini kepada dinas terkait dan pihak pengelola pelabuhan. Masyarakat berharap ada solusi konkret agar infrastruktur penghubung antar-daerah ini segera diperbaiki demi kenyamanan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....