Mitos Seputar Menyusui dan Penjelasannya

  • 29 Okt 2025 21:39 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan : Menyusui adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi, baik secara langsung dari payudara ibu maupun dengan memompa ASI dan memberikannya melalui botol.

Proses ini tidak hanya menyediakan nutrisi lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, tetapi juga membangun ikatan emosional antara ibu dan anak serta memberikan manfaat kesehatan bagi ibu.

Menyusui eksklusif (hanya ASI) sangat dianjurkan untuk 6 bulan pertama kehidupan bayi, dan bisa dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih.

Namun terdapat beberapa mitos tentang menyusui yang beredar di masyarakat, melalui Mozaik Indonesia Pro1 Tarakan Nur Citra S.ST, Bdn, M.Kep menjelaskan tentang mitos mitos tersebut diantaranya :

  • Ibu harus mencuci puting sebelum menyusui : Faktanya puting tidak perlu dicuci, apalagi dengan sabun, karena payudara memiliki minyak khusus alami. Cukup cuci tangan ibu.
  • Ukuran payudara kecil menghasilkan ASI lebih sedikit : Faktanya ukuran payudara tidak memengaruhi produksi ASI karena payudara kecil dan besar memiliki kelenjar ASI yang sama. Perbedaan ukuran hanya dipengaruhi oleh lemak di sekitarnya.
  • ASI encer/jernih kualitasnya lebih rendah dari ASI kental : Faktanya ASI yang terlihat encer/jernih di awal sesi menyusui (disebut "minuman") kaya akan laktosa untuk menghilangkan dahaga. ASI kental muncul di akhir sesi (disebut "makanan") untuk mengenyangkan. Bayi harus mendapatkan keduanya.
  • Menyusui adalah kontrasepsi alami yang efektif : Faktanya metode Amenore Laktasi (MAL) efektif asalkan memenuhi 3 syarat: (1) Ibu belum haid, (2) Bayi berusia kurang dari 6 bulan, dan (3) ASI diberikan secara eksklusif (tanpa jeda/campuran susu formula).
  • Ibu demam/flu tidak boleh menyusui karena kuman akan menular : Faktanya saat ibu sakit, produksi ASI justru akan membentuk antibodi yang akan melindungi bayi dari penyakit tersebut. Ibu harus tetap menyusui.

Rekomendasi Berita