Dampak ‘Pivot Strategy’ Kemenparekraf, Kunjungan Wisman RI Tetap Tumbuh Lima Persen

  • 08 Jul 2026 17:11 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) berhasil menjaga tren positif kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke tanah air. Capaian ini sukses dipertahankan di tengah situasi ketidakpastian geopolitik global yang sedang terjadi.

Sejak 28 Februari lalu, Kemenpar menerapkan strategi adaptif yang disebut pivot strategy. Melalui kebijakan ini, pemerintah mengalihkan anggaran promosi dari wilayah jarak jauh seperti Timur Tengah dan Eropa ke pasar negara-negara tetangga.

Langkah strategis tersebut diambil pasca pecahnya konflik di Timur Tengah yang berdampak sistemik pada sektor penerbangan. Akibat konflik tersebut, banyak rute penerbangan jarak jauh internasional menjadi terhambat dan ditutup.

Kemenparekraf kemudian memfokuskan promosi ke negara-negara di lingkaran terdekat Indonesia. Beberapa negara yang menjadi target utama pengalihan fokus pariwisata ini di antaranya adalah Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Asisten Deputi Strategi Event Kemenpar, Wisnu Sindutrisno, menjelaskan bahwa strategi pengalihan fokus anggaran ini terbukti sangat efektif bagi iklim pariwisata nasional.

"Kita pivoting strategi, kita punya pivot strategi namanya sejak 28 Februari pecah perang di Timur Tengah. Kita shifting anggaran promosinya dari Timur Tengah, dari tempat-tempat yang jauh ya, kepada tempat-tempat yang dekat. Karena yang ini kan yang tidak terhalang, karena Timur Tengah kan tutup. Nah ini penerbangannya tutup semua jadi kita shifting ke yang terdekat. Dan itu memang terbukti strategis dan benar, meningkat," ujar Wisnu.

Berkat strategi tersebut, Indonesia kini menjadi salah satu negara di ASEAN yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisman positif di atas lima persen. Angka ini terhitung impresif di saat negara-negara tetangga justru mengalami penurunan.

Ke depan, Kemenparekraf berkomitmen untuk terus mendorong konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara ASEAN. Penerbangan ini akan diarahkan langsung menuju hub-hub strategis di daerah, termasuk Kota Tarakan di Kalimantan Utara. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....