Orang Tua Harus Peka Perubahan Perilaku Anak
- 06 Mei 2026 09:38 WIB
- Tarakan
rri.co.id, Tarakan - Pola asuh di rumah memegang peranan krusial dalam membentuk karakter anak, baik sebagai calon korban maupun calon pelaku perundungan. Orang tua disarankan melatih anak untuk bersikap asertif, yakni berani menyampaikan penolakan atau ketidaksukaan dengan cara yang tegas. Keberanian untuk berkata "tidak" pada perlakuan buruk merupakan perlindungan diri pertama yang harus dimiliki oleh setiap anak.
Pakar bimbingan dan konseling sekaligus Akademisi Universitas Borneo Tarakan, Tri Cahyono, mengingatkan pentingnya kepekaan orang tua dalam mendeteksi tanda perundungan. Perundungan seringkali menjadi fenomena gunung es yang tidak terlihat di permukaan namun berdampak sangat destruktif bagi mental anak. Orang tua perlu waspada jika anak mulai menarik diri dari lingkungan sosial atau menunjukkan gejala kecemasan berlebih.
Anak yang menjadi korban perundungan cenderung mengalami gangguan tidur, ketakutan saat akan berangkat sekolah, hingga keluhan fisik tanpa sebab. Tri menjelaskan bahwa jika dibiarkan tanpa penanganan psikologis yang tepat, trauma tersebut bisa berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma. Oleh karena itu, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak di rumah harus dibangun sejak usia dini.
Di sisi lain, kurangnya empati seringkali menjadi akar penyebab seorang anak tumbuh menjadi pelaku perundungan di lingkungan sekolahnya. Tri menekankan agar orang tua tidak melakukan pemakluman terhadap perilaku agresif anak dengan dalih kenakalan anak-anak yang biasa. Edukasi empati dapat dimulai dengan hal sederhana, seperti mengajarkan anak berbagi dan peduli pada perasaan teman sebaya mereka.
Selain faktor internal keluarga, pengaruh media sosial dan tontonan digital juga memberikan kontribusi besar terhadap perilaku bullying saat ini. Banyak anak yang meniru aksi perundungan karena menganggapnya sebagai lelucon atau tren yang menarik di platform seperti TikTok. "Orang tua wajib memantau konten yang dikonsumsi anak guna memastikan mereka tidak terpapar nilai-nilai kekerasan yang dianggap keren." Tegasnya.
Kerja sama antara rumah dan sekolah harus diperkuat melalui peran guru bimbingan konseling sebagai jembatan informasi bagi para orang tua. Saat ini, sedang disusun pedoman sekolah aman yang akan melibatkan mahasiswa PPL untuk menyebarkan nilai-nilai anti-perundungan secara luas. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pendukung yang membuat anak merasa aman untuk menceritakan masalah yang mereka alami tanpa ketakutan.
Pada akhirnya, tanggung jawab mendidik anak bukan hanya berada di pundak guru, melainkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat sekitar. Keluarga adalah madrasah pertama di mana nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai harus ditanamkan secara konsisten demi masa depan anak. Dengan pengawasan yang humanis, diharapkan tidak ada lagi anak yang harus menderita dalam diam akibat tekanan dari kawan. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....