Ibadah Kurban Jadi Kendaraan Utama menuju Surga Ilahi

  • 27 Apr 2026 21:43 WIB
  •  Tarakan

rri.co.id, Tarakan – Dr. H. Sutiono menekankan bahwa setiap muslim harus mengutamakan kualitas hewan kurban sebagai investasi di akhirat. Dalam siaran RRI Tarakan, ia mengutip pesan Rasulullah SAW kepada Siti Aisyah agar memilih hewan yang besar. Hal ini dikarenakan hewan kurban tersebut akan menjadi kendaraan bagi pemiliknya saat melintasi jembatan Shirathal Mustaqim kelak.

Pentingnya ibadah ini tercermin dari sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia menyembelih putra tercintanya, Ismail. Melalui ujian berat tersebut, Allah SWT menunjukkan bahwa esensi kurban adalah ketakwaan, bukan sekadar darah atau daging. Kisah legendaris ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk tidak ragu dalam memberikan harta terbaiknya.

Ustaz Sutiono juga menyoroti dimensi sosial kurban yang mampu mempererat tali persaudaraan antar sesama umat manusia. Melalui pembagian daging kurban yang merata, kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin dapat diminimalisir sejenak. Pemberian sepertiga bagian daging kepada fakir miskin menjadi wujud nyata kepedulian sosial dalam ajaran Islam yang sangat mulia.

Lebih mendalam, ia menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk syukur atas nikmat Al-Kautsar yang sangat melimpah. Nikmat kesehatan, kesempatan, dan rezeki yang dimiliki manusia tidak akan pernah sanggup dihitung secara manual oleh siapa pun. Oleh karena itu, berkurban menjadi cara paling afdal bagi seorang hamba untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta.

Sutiono mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan kurban sangat terbatas, yakni hanya empat hari pada bulan Zulhijah saja. Rentang waktu tersebut dimulai dari tanggal 10 hingga berakhir pada hari Tasyrik tanggal 13 Zulhijah setiap tahunnya. Keterbatasan waktu ini menuntut setiap individu untuk memiliki persiapan yang matang dan tidak menunda-nunda niat baik dalam beribadah.

Dalam perspektif hukum Islam, ia menjelaskan perbedaan kurban dengan akikah yang sering kali membuat masyarakat merasa bingung. Kurban terikat pada waktu Idul Adha, sedangkan akikah dapat dilaksanakan kapan saja setelah kelahiran seorang bayi. "Perbedaan teknis ini penting dipahami agar umat Islam dapat menjalankan kedua ibadah tersebut sesuai dengan tuntunan syariat yang benar" Tegasnya.

Mengakhiri tausiahnya, Ustaz Sutiono mengajak masyarakat untuk memandang kurban sebagai kebutuhan spiritual, bukan sekadar beban materi. Ia berharap semangat pengorbanan ini dapat terus tumbuh di hati warga Tarakan demi meraih keberkahan hidup. Persiapan finansial selama satu bulan ke depan menjadi langkah awal yang krusial sebelum hari raya Idul Adha tiba. (ADR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....