BRIN : Perlu Adanya Revitalisasi Budaya Tidung
- 27 Apr 2026 16:14 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melihat budaya suku Tidung perlahan tergerus oleh zaman. Untuk itu, diperlukan revitalisasi agar identitas daerah tersebut tidak tinggal cerita.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Bahasa, sastra dan komunitas BRIN, Dr. Fairul Zabadi mengatakan, perlu peran semua pihak selain pemerintah dalam melestarikan budaya suku Tidung.
"Dengan kemajuan zaman secara perlahan menggerus budaya Tidung," kata Dr. Fairul Zabadi, yang juga merupakan ketua tim peneliti budaya Tidung, Senin (27/4/2026).
Seperti halnya permainan tradisional suku Tidung nyaris ditemukan di kalangan anak-anak. Begitu juga dengan makanan tradisional Tidung agak sulit mendapatkannya. Jadi masyarakat luar yang datang ke Tarakan dipastikan tidak dapat melihat permainan tradisional hingga makanan khas suku Tidung.
"Permaianan tradisional seperti tumbak ula nyaris tidak ada anak-anak yang memainkannya, begitu juga dengan rumah makan yang menyajikan makanan khas Tidung tidak ada," tuturnya. (Jafar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....