Samarinda dan Kalteng, Memperkenalkan Wajah Borneo Melalui Budaya dan Alam
- 25 Apr 2026 17:29 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Upaya pelestarian kekayaan budaya dan alam di tanah Kalimantan terus diperkuat. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini tengah menyiapkan tujuh karya budaya unggulan untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional pada tahun 2026 mendatang. Upaya ini dilakukan guna menjaga keberlangsungan sejarah dan kreativitas komunitas lokal agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Dr. Barlin Hadi Kesuma, mengungkapkan bahwa ketujuh karya yang diusulkan telah melalui kajian mendalam. Karya-karya tersebut meliputi Kapal Tambangan yang melegenda sejak tahun 1960-an, pengobatan tradisional Minyak Waras, seni pertunjukan Sandiwara Mamanda, tradisi lisan Legenda Ular Lembu, serta tiga kuliner khas yakni Pisang Gapit, Wadai Keminting, dan Lemang. Khusus untuk Pisang Gapit, usulan dilakukan secara kolaboratif bersama Kota Balikpapan.
Proses pengusulan ini tidaklah singkat karena memerlukan data pokok kebudayaan (Dapobud) yang lengkap, termasuk naskah akademis, dokumentasi video, hingga keterlibatan maestro dan komunitas. Barlin menekankan ada tiga syarat utama agar sebuah karya bisa diusulkan: memiliki usia minimal 50 tahun, mempunyai nilai sejarah atau penting bagi masyarakat, dan masih diteruskan hingga saat ini oleh setidaknya dua generasi.
"Tantangan terbesar adalah keberlangsungan, bagaimana agar Gen Z dan generasi setelahnya terus melestarikan warisan ini," ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pariwisata, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya "menyapa dunia" melalui potensi wisata alam dan budayanya. Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Agung Catur Prabowo, menyebutkan bahwa ikon utama mereka adalah Taman Nasional Tanjung Puting dengan orangutannya yang sudah dikenal luas oleh wisatawan mancanegara. Selain itu, terdapat Taman Nasional Sebangau yang unik dengan fenomena air hitamnya, serta Bukit Raya Bukit Baka yang termasuk dalam jajaran Seven Summits Indonesia.
Selain kekayaan alam, Kalteng juga mengandalkan agenda tahunan seperti Festival Budaya Isen Mulang sebagai ajang atraksi seni budaya untuk menarik wisatawan. Namun, Agung mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masalah aksesibilitas menuju lokasi wisata yang jauh dari pusat kota serta upaya memperjuangkan destinasi agar masuk dalam kategori prioritas nasional. Untuk mengatasi hal ini, pihak dinas mulai menggandeng para pemuda dan influencer guna mempromosikan pariwisata melalui platform digital.
Melalui kolaborasi antara pelestarian budaya di Samarinda dan pengembangan wisata alam di Kalteng, diharapkan Kalimantan tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga tuan rumah bagi kekayaan budayanya sendiri. Peran aktif masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan sanggar seni menjadi kunci agar identitas lokal Borneo dapat bersaing di tingkat internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....