Ubah Sampah Jadi Rupiah, Rahasia Kemandirian Ekonomi Warga Tarakan
- 24 Apr 2026 09:03 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Paradigma masyarakat terhadap sampah sebagai limbah yang tidak berguna mulai digeser menjadi peluang ekonomi kreatif. Dalam diskusi lingkungan di RRI Tarakan, terungkap bahwa rahasia menjaga kelestarian Bumi Paguntaka sekaligus memperkuat ekonomi keluarga terletak pada pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang terintegrasi.
Ir. Subono Samsudi, praktisi lingkungan yang juga mantan pejabat di sektor kebersihan Tarakan, menekankan bahwa kunci utama keberhasilan lingkungan di kota kecil seperti Tarakan adalah pengelolaan di hulu (rumah tangga). Ia mencontohkan metode komposter sederhana dan pemilahan sampah yang dapat langsung mengurangi volume limbah yang dibuang ke TPS hingga 50%.
"Jangan biarkan plastik dan organik bercampur. Sampah organik bisa menjadi pakan ternak atau pupuk kompos berkualitas, sementara plastik dan kaleng memiliki nilai jual tinggi di bank sampah. Di rumah saya sendiri, saya sudah membuktikan bahwa limbah dapur bisa menghidupi ternak ayam di belakang rumah," jelas Subono. Edukasi ini penting agar warga tidak sekadar membuang, tapi mampu memanen manfaat dari apa yang dihasilkan setiap hari.
Dari sisi teknis, Ahmad Satriansyah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan memaparkan pentingnya memfungsikan kembali TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kelurahan sebagai pusat ekonomi hijau. Dengan memilah sampah dari rumah, petugas di TPS 3R dapat lebih mudah mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, seperti pupuk cair atau bahan baku kerajinan, yang nantinya dapat dipasarkan kembali untuk menambah kas RT atau kelompok swadaya masyarakat.
Selain manfaat ekonomi, langkah kecil dari rumah ini merupakan bentuk perlindungan paling efektif terhadap ancaman bencana lokal. Penumpukan sampah di saluran drainase dan pesisir seringkali menjadi penyebab utama banjir dan pendangkalan laut di Tarakan. Dengan menjaga sampah tetap berada dalam siklus daur ulang, warga secara langsung telah berkontribusi mencegah kerusakan infrastruktur dan menjaga ketersediaan air tanah di wilayah mereka.
Momentum Hari Bumi ini diharapkan menjadi titik balik bagi setiap warga Tarakan untuk mulai menerapkan konsep "Zero Waste" atau minim sampah. Bukan karena paksaan aturan, melainkan karena kesadaran bahwa lingkungan yang bersih adalah aset kesehatan dan tabungan ekonomi masa depan. Kemajuan sebuah kota tidak hanya dilihat dari gedung yang megah, tapi dari bagaimana setiap warganya mampu mengelola sisa konsumsinya secara cerdas dan barokah. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....