Mengenal Sosok Roaster: Jembatan Rasa Petani dan Penikmat Kopi Tarakan
- 25 Mar 2026 10:18 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Di balik riuhnya suasana kedai kopi kekinian di Tarakan, ada sosok kurator rasa yang bekerja di balik layar, yakni sang roaster. Muhammad Asbullah, seorang roaster lokal, membagikan kisahnya dalam mengolah biji kopi mentah menjadi produk yang bernilai tinggi dan berkarakter.
Asbullah menjelaskan bahwa tugas utama seorang roaster bukan sekadar mengubah warna biji kopi dari hijau menjadi cokelat. Lebih dari itu, roaster adalah jembatan yang menghubungkan kerja keras petani di hulu dengan kepuasan penikmat kopi di hilir. Di tangannya, biji kopi diolah dengan penuh narasi.
Dalam sehari, Asbullah mampu menyangrai hingga 30-40 kilogram biji kopi untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kalimantan Utara. Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar profesi ini adalah menjaga konsistensi rasa di tengah cuaca dan kualitas bahan baku yang dinamis dari petani.
Menariknya, ia juga mengungkapkan potensi kopi lokal dari Kabupaten Malinau. Meski jumlah produksinya belum mencukupi kebutuhan pasar Tarakan secara luas, kopi Malinau memiliki ciri khas rasa kayu manis yang unik. Ia berharap ke depan distribusi kopi lokal Kaltara bisa lebih masif.
Asbullah menekankan pentingnya edukasi dari barista kepada konsumen mengenai asal-usul kopi. Dengan mengetahui profil ketinggian tanam dan proses pasca-panen, konsumen akan lebih menghargai setiap tetes kopi yang mereka minum. Hal ini merupakan bagian dari penguatan identitas daerah melalui kopi.
Ia sendiri telah mendedikasikan hidupnya di industri kopi sejak tahun 2015. Berawal dari profesi barista, kini ia mengelola unit usaha roastery yang menyuplai berbagai kedai kopi di Kaltara. Baginya, kopi bukan sekadar bisnis, melainkan nafas kehidupan yang menghidupi keluarganya.
Mengenai preferensi rasa, Asbullah menyebut masyarakat Tarakan masih sangat menggemari karakter kopi yang pahit seperti Robusta. Namun, tren kopi Arabika dengan rasa buah-buahan seperti beri atau jeruk juga mulai mendapatkan tempat di hati para penikmat kopi spesialis.
Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk kopi UMKM lokal. Dengan mengonsumsi kopi lokal, masyarakat turut membantu keberlangsungan ekosistem kopi dari tingkat petani hingga pelaku usaha kreatif di daerah sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....