Imam Masjid Tarakan Wajib Peka Kondisi Jemaah Lokal

  • 25 Feb 2026 08:22 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Menjadi imam masjid di Kota Tarakan bukan sekadar memimpin salat, melainkan memegang tanggung jawab besar dalam menjaga kenyamanan psikologis jemaah. Ustaz Arman Aryadi menekankan bahwa seorang imam harus memiliki kepekaan sosial, terutama dalam mengatur durasi salat agar tidak memberatkan warga yang memiliki berbagai kesibukan.

Dalam obrolan di Programa 2 RRI Tarakan, terungkap bahwa salah satu adab krusial bagi imam adalah memastikan kesempurnaan saf sebelum memulai takbiratul ihram. Imam diimbau untuk tidak terburu-buru dan aktif mengingatkan jemaah untuk meluruskan serta merapatkan barisan, karena keteraturan saf merupakan bagian tak terpisahkan dari kesempurnaan ibadah berjamaah itu sendiri.

Sudut pandang menarik muncul terkait durasi bacaan ayat; Ustaz Arman mengingatkan para imam di Tarakan untuk tidak menggunakan "standar Masjidil Haram" yang sangat panjang. Imam harus sadar bahwa di belakang mereka ada orang tua yang fisiknya lemah, warga yang sedang sakit, hingga mereka yang sedang memiliki urusan mendesak pasca salat.

Kehidupan sosial di masjid-masjid Tarakan juga diwarnai dengan dinamika jemaah anak-anak yang sering bermain di saf belakang. Menanggapi hal ini, disarankan adanya pemisahan saf yang bijak dan peran takmir masjid untuk mengedukasi tanpa kekerasan, agar masjid tetap menjadi tempat yang ramah bagi semua generasi tanpa merusak kekhusyukan.

Etika dalam menegur imam yang keliru juga menjadi sorotan penting dalam menjaga muruah pemimpin salat. Masyarakat diingatkan untuk menegur dengan cara yang santun, yakni melalui ucapan tasbih bagi laki-laki, tanpa harus membuat sang imam merasa dipermalukan di depan publik masjid yang luas.

Bagi masyarakat Tarakan yang sering menghadapi situasi darurat seperti imam yang batal di tengah salat, prosedur pergantian imam harus dipahami dengan jelas. Imam yang batal diharapkan meninggalkan tempat dengan cara yang tidak membingungkan jemaah, sementara makmum di belakangnya harus sigap mengambil alih posisi tanpa merusak alur salat.

Harapannya, melalui pemahaman adab yang mendalam ini, masjid-masjid di Kota Tarakan dapat menjadi pusat spiritual yang harmonis. Sinergi yang baik antara imam yang peka dan makmum yang beradab akan menciptakan pengalaman ibadah yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Paguntaka. (ADR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....