FGD Karhutla Kaltara Dorong Sinergi Lintas Sektor dan Rancangan Perda

  • 01 Okt 2026 19:55 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, BULUNGAN - Aliansi GEMA (Gerakan Masyarakat) Bulungan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla) di Kalimantan Utara (Kaltara) 2026” di Kafetaria, Jalan Lembasung, Kabupaten Bulungan, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas sektor membahas upaya pencegahan, penanganan, serta dampak Karhutla. FGD menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, kesehatan, masyarakat, hingga akademisi. Di antaranya Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Nur Laila, perwakilan Polda Kaltara, BPBD Kaltara, Dinas Kesehatan Kaltara, Forum Intelektual Kaltara, perwakilan masyarakat, serta mahasiswa bidang ekologi.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Nur Laila, mengatakan persoalan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu instansi atau kelompok saja.

“Persoalan kebakaran hutan dan lahan bukanlah tanggung jawab satu instansi atau kelompok tertentu saja. Dalam penanganannya membutuhkan keterlibatan komprehensif dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, kelompok tani, tokoh adat, organisasi kepemudaan, organisasi lingkungan, perguruan tinggi hingga media massa,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kaltara juga menekankan pentingnya memperkuat sistem pencegahan, deteksi dini, serta respons cepat dan terkoordinasi ketika ditemukan titik api.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat, pengawasan terhadap wilayah rawan, serta kepatuhan dunia usaha terhadap aspek perlindungan lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko Karhutla.

Ia juga berharap FGD tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menghasilkan rumusan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan. “FGD ini harus menghasilkan rumusan langkah konkret yang dapat diterapkan langsung di lapangan,” tegasnya.

Sementara Koordinator Aliansi GEMA Bulungan sekaligus Sekjen KNPI Provinsi Kaltara, Sakti Abi Mayu, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai respons terhadap persoalan Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltara.

Menurutnya, Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat melalui paparan asap dan gangguan pernapasan.

“Tujuan terselenggaranya kegiatan ini karena latar belakang adanya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Utara yang menyebabkan beberapa wilayah terbakar dan juga mengakibatkan masyarakat terpapar ISPA,” ujar Sakti.

Aliansi GEMA Bulungan berupaya mempertemukan berbagai unsur untuk membangun sinergi dalam pencegahan dan penanganan Karhutla, khususnya di Kabupaten Bulungan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah mengenai tanggung jawab perusahaan apabila terjadi kebakaran di wilayah konsesi, serta bagaimana penanganan terhadap masyarakat yang lahannya terdampak kebakaran.

“Beberapa peserta mempertanyakan bagaimana ketika bicara soal kebakaran hutan di wilayah konsesi, apa tanggung jawab perusahaan,” kata Sakti.

Persoalan tersebut perlu dibahas secara lintas sektor agar penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga memperhatikan pencegahan, pemulihan lingkungan, serta perlindungan masyarakat.

Hasil FGD diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara maupun DPRD Kaltara. Audiensi tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi, termasuk kemungkinan penyusunan regulasi daerah yang secara khusus memperkuat pencegahan dan penanganan Karhutla di Kaltara.

“Harapannya setelah fokus di lintas sektor ini, kita berupaya membuat audiensi dengan gubernur maupun DPRD provinsi guna memberikan rekomendasi dan rencana tindak lanjut,” tuturnya.

Salah satu poin yang akan didorong adalah pembahasan mengenai rancangan Peraturan Daerah (Perda) terkait Karhutla. Termasuk kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran pada tahun-tahun mendatang (Crz)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....