Kemarau, Debit Air Baku di Embung Menurun
- 09 Sep 2026 20:59 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Hujan yang belum mengguyur Tarakan selama beberapa hari membuat embung yang menyuplai air baku untuk Perumda Tirta Alam Tarakan mengalami penurunan debit air.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, embung yang ada memiliki konsep sebagai embung tadah sehingga air baku yang tertampung di embung merupakan hasil dari hujan.
"Embung tadah hujan mengandalkan hujan yang turun, kalau hujan tidak turun tentu debit air berkurang, karna itu kita berharap hujan bisa turun dalam beberapa hari kedepan agar debit air baku kembali berlimpah," katanya, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, berbeda dengan daerah Kabupaten Malinau, Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung, yang memiliki sungai besar dan melimpah. Jadi embung atau waduk tidak hanya menampung air hujan, namun juga air baku
dari aliran sungai. "Kita berharap hujan bisa membasahi bumi paguntaka, sehingga bisa menaikan debit air yang ada di embung," jelasnya.
Embung yang mulai mengalami penurunan debit air yakni binalatung, persemaian dan rawasari. "Debit air baku saat ini turun 142 liter per detik dari sebelumnya 333 liter per detik, dan kondisi ini membuat aliran air di daerah perbukitan dan pesisir tidak bisa mengalir," ucapnya. (Jafar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....