Fakta Menarik tentang Semut di Dunia
- 30 Agt 2026 12:48 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID , Tarakan - Semut merupakan salah satu serangga yang paling banyak ditemui di berbagai belahan dunia. Dilansir dari natgeokids.com, terdapat lebih dari 12.000 spesies semut di seluruh dunia, mulai dari semut yang biasa merayap di sekitar area piknik hingga semut yang membangun benteng bawah tanah di hutan hujan, bahkan semut terbang. Uniknya, semut juga dapat ditemukan di setiap benua kecuali Antartika, meski hal ini terasa cukup ironis jika mempertimbangkan iklim ekstrem yang biasa diasosiasikan dengan nama benua tersebut.
Beberapa jenis semut ternyata memiliki keunikan yang cukup mengejutkan. Semut peluru, misalnya, konon memiliki sengatan paling menyakitkan di dunia. Karena hidup di kondisi hutan lembap seperti Amazon, sengatannya bahkan dibandingkan dengan sensasi terkena peluru sungguhan. Sementara itu, semut api impor merah asal Amerika Utara diketahui menyebabkan kerugian senilai lebih dari £3 miliar setiap tahunnya, akibat gigitannya yang menimbulkan sensasi terbakar serta kerusakan pada tanaman pertanian dan tingginya biaya pengobatan yang ditimbulkan.
Dari segi usia dan kekuatan, semut juga memegang sejumlah rekor menarik. Semut tergolong sebagai serangga yang hidup paling lama, dengan ratu semut dari spesies Pogonomyrmex owyheei diketahui dapat hidup hingga 30 tahun. Selain berumur panjang, semut juga menjadi salah satu makhluk terkuat di dunia jika dibandingkan dengan ukurannya, karena seekor semut mampu membawa beban hingga 50 kali berat badannya sendiri, bahkan bekerja sama secara berkelompok untuk memindahkan benda-benda yang jauh lebih besar.
Tidak hanya kuat, semut juga memegang rekor pergerakan tercepat di kerajaan hewan. Semut rahang perangkap tercatat mampu menutup rahangnya dengan kecepatan lebih dari 220 km/jam, yang digunakan untuk membunuh mangsa maupun melukai predator yang mengancamnya dalam sekejap mata.
Sebagai serangga sosial, semut hidup dalam koloni yang disebut formicary, terdiri atas satu atau lebih ratu yang bertelur serta sejumlah besar semut pekerja betina yang bertugas merawat ratu, membangun dan memelihara sarang, mencari makanan, hingga merawat anak-anak semut, sementara semut jantan bersayap berfungsi khusus untuk kawin dengan ratu. Menariknya, semut tidak memiliki telinga dan beberapa spesies bahkan tidak memiliki mata, sehingga mereka mengandalkan getaran dari tanah melalui kaki maupun antena untuk berkomunikasi, serta sinyal kimia berupa feromon untuk mengirim peringatan bahaya, menandai jejak menuju sumber makanan, hingga menarik pasangan.
Kemampuan bekerja sama semut juga terlihat dari sarang terbesar yang pernah ditemukan, yakni di Argentina pada tahun 2000, dengan lebar lebih dari 5.900 km. Sarang raksasa tersebut menampung 33 populasi semut yang telah bergabung menjadi satu superkoloni besar dengan jutaan sarang dan miliaran pekerja di dalamnya. (Desita)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....