Fakta Unik dan Menakjubkan tentang Lebah Madu

  • 30 Agt 2026 12:47 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID ,Tarakan - Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak zaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Bangsa Mesir Kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah, kemudian dari keranjang anyaman

Melansir dari natgeokids.com Lebah madu merupakan penyerbuk yang sangat penting bagi bunga, buah, dan sayuran. Keberadaan mereka membantu tumbuhan lain untuk tumbuh, karena lebah memindahkan serbuk sari antara bagian jantan dan betina bunga, sehingga memungkinkan tanaman menghasilkan biji dan buah.

Lebah madu hidup dalam sarang atau koloni yang terbagi menjadi tiga jenis anggota. Ratu berperan menjalankan seluruh sarang dengan bertugas bertelur untuk melahirkan generasi lebah berikutnya, sekaligus menghasilkan zat kimia yang mengatur perilaku lebah lainnya. Lebah pekerja, yang seluruhnya berjenis kelamin betina, bertugas mencari makanan berupa serbuk sari dan nektar dari bunga, membangun serta melindungi sarang, membersihkan dan mengedarkan udara dengan mengepakkan sayap mereka, dan merekalah lebah yang paling sering terlihat terbang di luar sarang. Sementara itu, lebah jantan atau drone bertugas untuk kawin dengan ratu baru, dengan ratusan ekor hidup di setiap sarang pada musim semi dan musim panas, namun akan diusir keluar sarang ketika musim dingin tiba.

Lebah madu paling dikenal karena menghasilkan madu yang lezat, yang sebenarnya berfungsi sebagai cadangan makanan bagi sarang selama musim dingin. Beruntungnya, lebah pekerja yang efisien ini menghasilkan madu dua hingga tiga kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan, sehingga manusia pun dapat menikmatinya. Menariknya, apabila ratu lebah mati, lebah pekerja akan menciptakan ratu baru dengan memilih larva muda dan memberinya makanan khusus bernama “royal jelly”, yang memungkinkan larva tersebut berkembang menjadi ratu yang subur.

Lebah madu juga dikenal sebagai penerbang yang andal, dengan kecepatan terbang sekitar 25 kilometer per jam dan kepakan sayap hingga 200 kali per detik. Selain itu, setiap lebah memiliki 170 reseptor penciuman yang membuat indra penciumannya sangat tajam, digunakan untuk berkomunikasi di dalam sarang serta mengenali berbagai jenis bunga saat mencari makanan.

Seekor lebah pekerja rata-rata hanya hidup selama lima hingga enam minggu, dan selama masa hidupnya menghasilkan sekitar seperduabelas sendok teh madu. Berbeda dengan lebah pekerja, ratu lebah dapat hidup hingga lima tahun dan paling sibuk pada bulan-bulan musim panas, ketika ia mampu bertelur hingga 2.500 butir dalam sehari. Lebah madu juga dikenal sebagai penari ulung, karena mereka melakukan “tarian goyang” untuk berbagi informasi tentang sumber makanan terbaik, di mana lebah pekerja yang kembali ke sarang akan bergerak membentuk pola angka delapan sambil menggoyangkan tubuhnya untuk menunjukkan arah sumber makanan.

Sayangnya, dalam 15 tahun terakhir, koloni lebah telah banyak menghilang tanpa diketahui penyebab pastinya. Fenomena yang disebut “colony collapse disorder” ini membuat miliaran lebah madu di seluruh dunia meninggalkan sarangnya dan tidak pernah kembali, dengan sejumlah wilayah bahkan mencatat hilangnya hingga 90 persen populasi lebah. (Desita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....