Libatkan Mahasiswa KKN, Setiap Desa Harus Punya Produk
- 06 Agt 2026 20:07 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menegaskan komitmennya memperkuat program One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk melalui keterlibatan mahasiswa.
Sebanyak 93 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XV Universitas Kaltara (Unikaltar) Tahun 2026 resmi diterjunkan untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi desa.
Pelepasan mahasiswa KKN dilakukan Wakil Bupati Bulungan, Kilat, di Auditorium Lemlai Suri Gedung D Lantai III Universitas Kaltara, Kamis (6/8/2026).
Para mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama Agustus-September 2026 dengan pendampingan tiga dosen pembimbing.
Mengusung tema "Penguatan Potensi Desa Berbasis One Village One Product (OVOP) melalui Inovasi, Hilirisasi, Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan", mahasiswa akan ditempatkan di enam desa, yakni Desa Apung, Salimbatu, Teras Nawang, Pimping, Ambalat dan Punan Dulau.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat menegaskan tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Bulungan yang menjadikan OVOP sebagai salah satu program prioritas daerah.
Menurutnya, setiap desa harus mampu mengenali keunggulan yang dimiliki, kemudian mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, memiliki daya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program KKN ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan akademik semata. Kehadiran mahasiswa harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mampu mendorong lahirnya produk-produk unggulan desa yang memiliki nilai tambah," tegas Kilat.
Ia berharap para mahasiswa menjadi katalisator perubahan dengan menghadirkan inovasi serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa. "Saudara-saudara harus hadir sebagai mitra pemerintah desa. Bantu masyarakat menggali potensi yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal. Jadilah penggerak yang mampu mempercepat pembangunan desa," ujarnya.
Pengalaman di lapangan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa karena mereka akan berhadapan langsung dengan berbagai dinamika kehidupan masyarakat. "Di desa nanti, saudara akan belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, gotong royong, hingga memahami berbagai persoalan sosial yang tidak akan pernah diperoleh hanya di ruang kuliah," katanya.
Ia juga meminta mahasiswa mampu memetakan potensi unggulan desa secara objektif sehingga setiap desa memiliki arah pengembangan ekonomi yang jelas. Para mahasiswa diminta mengidentifikasi apa yang menjadi kekuatan desa, tidak sekadar membuat laporan, tetapi bisa membantu masyarakat menciptakan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi melalui inovasi dan hilirisasi.
Selain itu, diharapkan mampu memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada masyarakat, khususnya dalam memperluas pemasaran produk lokal.
"Digitalisasi harus menjadi bagian dari solusi. Produk desa tidak cukup hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi harus mampu menembus pasar yang lebih luas melalui promosi dan pemasaran berbasis teknologi," beber Kilat.
Pendampingan terhadap pelaku UMKM, kelompok tani, kelompok perempuan hingga pemuda desa juga menjadi fokus utama selama pelaksanaan KKN. "Berikan edukasi kepada UMKM agar produknya semakin berkualitas dan memiliki daya saing. Dampingi kelompok tani maupun kelompok perempuan agar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatannya," katanya.
Di sisi lain, Kilat mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik Universitas Kaltara maupun Pemerintah Kabupaten Bulungan selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
"Junjung tinggi etika, sopan santun, hormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. Bangun komunikasi yang baik karena keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat yang berhasil dibangun," pesannya. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....