Gelar Simulasi Keadaan Darurat, Libatkan Masyarakat Sekitar

  • 04 Agt 2026 18:33 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN : Sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU), Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan akan menggelar Pelatihan Keadaan Darurat (PKD) skala besar.

PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Penanggulangan Keadaan Darurat.

Kesepakatan ini ditandatangani langsung Fuel Terminal Manajer Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu, bersama Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., bertempat di Kantor Pertamina Patra Niaga Fuel Tarakan, Selasa (4/8/2026).

Manager Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu, menjelaskan mengawali kegiatan PKD dilaksanakan technical meeting pada Selasa (4/8/2026) dan dilanjutkan dengan simulasi riil di lapangan pada Rabu (5/8/2026).

Menariknya, simulasi besok tidak hanya melibatkan jajaran petugas kebencanaan, tetapi juga merangkul warga masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan (Ring 1), seperti kawasan Kusuma Bangsa dan daerah Gunung Lingkas.

Langkah ini belajar dari edukasi penanganan musibah operasional Obvitnas di wilayah lain, sehingga masyarakat Ring 1 perlu dipetakan dan dilatih mengenai langkah evakuasi mandiri menuju titik kumpul (assembly point) yang aman.

"Warga di sekitar Ring 1 akan kami ikutsertakan, khususnya untuk simulasi evakuasi ke titik kumpul yang aman. Penentuan titik mitigasi ini sudah sesuai dengan hasil kajian teknis arah paparan uap perusahaan," ujar Hario kepada awak media.

Ia menegaskan pelibatan warga hanya untuk belajar evakuasi, bukan sebagai bantuan tenaga darurat. Menurutnya, warga harus diikutsertakan agar memahami cara evakuasi apabila terjadi keadaan darurat di wilayah operasional perusahaan. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....