FOMO Pintu Masuk Narkoba di Kalangan Remaja
- 31 Jul 2026 14:45 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan : Fenomena FOMO (Fear Of Missing Out) atau rasa takut tertinggal tren di kalangan generasi muda disorot sebagai salah satu pintu masuk yang membuat remaja terjerumus ke dunia narkoba.
Hal ini diungkapkan oleh Mia Alisha, S.KM, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, saat membahas persoalan penyalahgunaan narkotika yang kian mengkhawatirkan di kalangan anak muda dalam program SPADA Pro2 RRI Tarakan, Kamis (30/7).
Menurutnya, tidak sedikit remaja di Tarakan yang mulai mencoba zat berbahaya bukan karena rasa ingin tahu semata, melainkan akibat ajakan teman sebaya. Dorongan untuk dianggap keren serta kekhawatiran tersingkir dari lingkaran pergaulan kerap menjadi alasan utama terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.
“biasanya mereka bukan karena keinginan sendiri,tapi karena diajak agar diterima dilingkungannya,” ungkapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, BNN Kota Tarakan menekankan pentingnya keberanian anak muda untuk berkata tidak terhadap pengaruh negatif di sekitarnya. Selain itu, generasi muda juga diimbau agar lebih selektif dalam menyaring konten media sosial, mengingat arus informasi dan tren di dunia maya dapat dengan mudah membawa pengaruh buruk jika tidak disikapi secara bijak.
Di sisi lain, peran komunikasi keluarga dinilai sangat krusial dalam upaya pencegahan. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dapat membantu mendeteksi secara dini perubahan perilaku yang mencurigakan. Sekaligus memberikan dukungan moral agar anak tidak merasa sendirian dalam menghadapi tekanan pergaulan.
Sebagai langkah pencegahan yang lebih terstruktur, BNN Kota Tarakan turut menggencarkan program edukasi dan tes urin sample di sekolah-sekolah. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan dini terhadap generasi penerus bangsa agar terhindar dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan mereka.
Melalui pendekatan yang ramah dan suportif, BNN Kota Tarakan berharap para pemuda mampu membangun kepercayaan diri tanpa harus mengikuti tren yang berpotensi merusak kesehatan fisik maupun mental. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan lembaga terkait dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman bahaya narkoba. (Desita)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....