Tegakan Pohon Cegah Efek Pemanasan Global
- 01 Jul 2026 21:54 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pemanasan global yang terjadi saat ini, perlahan mulai dirasakan masyarakat Tarakan dengan suhu udara cukup panas dan terik. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan terus berupaya menjaga tegakan pohon di Bumi Paguntaka
Pengendali Dampak Lingkungan, DLH Tarakan, Ahmad Satriyansyah mengatakan, pemanasan global dapat dirasakan pada siang hari. Suhu udara terasa terik dan panas.
"Dampak pemanasan global di Indonesia utamanya Tarakan kian nyata dan terasa yang masyarakat sudah merasakan peningkatan suhu udara panas pada siang hari," katanya, Rabu (1/7/2026).
Ahmad mengungkapkan, dalam mencegah efek dari pemanasan global, Pemkot Tarakan terus menjaga tegakan pohon yang berada di hutan kota, hutan lindung, hutan mangrove di daerah pesisir, maupun tegakan pohon di pemukiman warga.
"Masyarakat untuk tidak menebang pohon baik itu di pemukiman, hutan maupun mangrove di daerah pesisir, " tuturnya.
Untuk diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, cuaca di siang hari terasa panas terik dengan suhu udara mencapai 33 derajat celcius. (Jafar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....