Ketahanan Keluarga Kunci Utama Tangkal Bahaya Narkoba
- 30 Jun 2026 17:09 WIB
- Tarakan
Poin Utama
- Bahaya Narkotika
RRI.CO.ID, Tarakan - Lingkungan keluarga menjadi pilar utama pembentuk karakter anak agar terhindar dari bahaya narkotika. Hal tersebut menjadi pokok bahasan penting dalam dialog interaktif RRI Tarakan bersama perwakilan BNN.
Hubungan emosional yang harmonis di rumah diklaim memberikan perlindungan psikologis terbaik bagi masa pertumbuhan anak.
Anak yang kurang mendapat perhatian di rumah cenderung mencari kenyamanan di luar lingkungan keluarga. Kondisi tersebut diperparah jika mereka terjebak dalam lingkaran pertemanan yang salah dan merusak.
Sifat penasaran yang tinggi pada usia remaja memicu mereka mencoba zat-zat terlarang.
Ancaman peredaran narkotika di Kota Tarakan dinilai sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Efek kecanduan memicu peningkatan kriminalitas massal berupa aksi pencurian di pemukiman warga.
Fenomena sosial ini kerap diawali dari hilangnya barang-barang berharga di dalam rumah sendiri.
Para orang tua diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan perilaku anak yang tidak wajar. Sikap emosional yang meledak-ledak saat meminta uang menjadi salah satu indikasi awal yang perlu dicurigai. Pola asuh yang terlalu memanjakan anak tanpa adanya evaluasi juga dinilai kurang tepat.
Mohammad Taji, Petugas BNN Tarakan memaparkan, fakta miris mengenai keterlibatan anak usia sekolah sebagai kurir narkoba. Iming-iming upah besar dan gaya hidup mewah menjadi daya tarik utama bagi para remaja. Lemahnya benteng mental membuat anak-anak mudah tergiur oleh keuntungan ekonomi instan yang ditawarkan bandar.
"Komunikasi yang hangat dan terbuka menjadi edukasi dini terbaik untuk mengenalkan bahaya narkotika. Orang tua harus aktif memberikan informasi yang akurat agar anak tidak mendapatkan pemahaman keliru. Konsultasi dengan pihak BNN sangat disarankan jika keluarga sudah tidak mampu mengendalikan perilaku anak," tegas Mohammad Taji.
Jika generasi muda hancur, target Indonesia Emas diprediksi akan berubah menjadi fenomena Indonesia Cemas. Kerugian negara akibat penyalahgunaan narkotika telah mencapai angka puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.
Oleh sebab itu, sinergi pengawasan komunitas masyarakat sangat dibutuhkan guna membentengi masa depan pemuda Tarakan.
Masyarakat Tarakan diajak mengawal gerakan ini secara menyeluruh demi menyelamatkan masa depan bangsa. Implementasi program ini memerlukan konsistensi tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi wacana. Melalui tiga pilar ketahanan yakni keluarga, sekolah, dan komunitas, Indonesia diharapkan terhindar dari bencana demografi. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....