Sensus Ekonomi, BPS Sisir Tarakan lewat 'Door to Door'

  • 22 Jun 2026 00:19 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) tengah gencar melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Guna menyukseskan agenda nasional ini, BPS mengerahkan ratusan petugas lapangan untuk menyisir seluruh wilayah perkotaan secara mendetail dan menjamin kerahasiaan data sensus.

Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan pihaknya menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari pencacah dan pengawas lapangan. Tim ini dibentuk untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi di wilayah tersebut dapat terdata tanpa ada yang terlewat.

"Untuk kegiatan sensus ekonomi di kota Tarakan, kami menugaskan sekitar 169 petugas, di mana dengan 169 petugas itu terdiri dari 148 pencacah lapangan dengan 21 pengawas," ujar Umar Riyadi.

Ia menjelaskan tantangan sensus tahun ini adalah maraknya bisnis digital yang tidak memiliki bentuk fisik. BPS Tarakan mengambil langkah dengan mendatangi setiap rumah warga secara langsung demi mencakup para pelaku usaha tersebut.

"Karena terkait dengan usaha ini juga sekarang banyak usaha berbasis digital yang tidak kasat mata, maka tidak ada kata lain, maka kami juga perlu menyisir setiap rumah, door to door itu harus dilaksanakan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Mustaqim menyatakan bahwa pelaksanaan sensus ini berjalan lancar berkat sinergi kuat dengan kepolisian setempat dan Pemerintah Kota Tarakan. Sensus ini sendiri dijadwalkan berlangsung15-31 Juni 2026.

Ia mengimbau agar masyarakat dan pelaku usaha tidak ragu menerima kedatangan petugas. Disampaikan tiga pesan kunci kepada warga Tarakan agar proses pengumpulan data ini dapat berjalan dengan optimal.

"Tiga pesan saja dari BPS: terima kedatangan petugas, isi datanya secara lengkap dan akurat, kemudian data Bapak-Ibu semua akan jadi rahasia. Tidak akan bocor," kata Mustaqim.

Memasuki pertengahan periode sensus, BPS mencatat respons yang sangat positif dari warga Tarakan maupun wilayah lain di Kaltara. Ia berharap keterbukaan masyarakat ini terus bertahan agar data yang terkumpul bisa menjadi fondasi kuat dalam penyusunan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran. (Setya)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....