Olah Sampah Berbasis Komunitas, Upaya Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

  • 10 Jun 2026 19:19 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan sedang menghadapi persoalan serius terkait kelebihan muatan atau over capacity di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juata.

Menyikapi hal tersebut, Medco E&P Tarakan bersama Medco Foundation mewadahi warga melalui Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Kelurahan Mamburungan Timur, Rabu (10/6/2026).

Langkah taktis ini diambil guna menekan volume sampah yang dibuang ke TPA, dengan memaksimalkan pengelolaan mandiri sejak dari skala rumah tangga. Program ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Environment Program Officer Medco Foundation, Andi Irawan mengatakan kondisi TPA Juata yang baru beroperasi satu tahun kini sudah melebihi kapasitas. Hal ini dipicu oleh produksi sampah di Tarakan yang menembus angka ratusan ton setiap harinya.

Melalui pelatihan ini, warga terutama kaum perempuan diharapkan menjadi garda terdepan memilah sampah dari rumah. Selain menjaga lingkungan, sampah yang dikelola dapat memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga menunjang pendapatan domestik keluarga.

"Hari ini kita belajar mengidentifikasi sampah, mengelola sampah, dan mengenal bank sampah. Bagaimana sampah yang dihasilkan di lingkungan punya nilai ekonomi dan memberikan manfaat tambahan bagi keluarga," ujar Andi Irawan saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan yang digelar selama dua hari ini juga akan mengajarkan warga untuk melakukan hilirisasi produk hasil limbah rumah tangga. "Besok kita akan belajar memanfaatkan sampah. Sampah organik bisa dijadikan pupuk, bisa dijadikan eco enzim yang nilai ekonominya luar biasa," imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn mengatakan pelatihan ini diharapkan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Kemudian mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, dan penguatan peran masyarakat pada pengelolaan lingkungan.

Untuk memaksimalkan target besar tersebut, panitia menghadirkan pakar lingkungan dari Trubus Bina Swadaya Jakarta, Anang Arifin. Selama dua hari, warga Tarakan akan dibekali keterampilan mulai dari identifikasi, pilah sampah, pengolahan sampah, manajemen bank sampah hingga teknik pembuatan pupuk kompos dan eco enzim secara praktis. (setya)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....