Penyuluh Agama Serukan Aksi Sayangi Flora Fauna

  • 10 Jun 2026 10:37 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Isu penurunan kualitas lingkungan hidup dan kelangkaan keanekaragaman hayati terus menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia. Menanggapi fenomena tersebut, Kementerian Agama Kota Tarakan mengajak untuk menyuarakan gerakan penyelamatan bumi. Siaran edukatif ini mengusung tema penting mengenai "Harmoni dengan Alam, Menjaga Masa Depan."

Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Aditya Dhammajaya, menjelaskan bahwa keberadaan tumbuhan dan satwa liar memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pohon-pohon di hutan berfungsi menghasilkan oksigen serta mencegah bencana banjir, sementara hewan seperti lebah membantu penyerbukan tanaman pangan. Jika salah satu komponen tersebut rusak, maka seluruh sistem kehidupan akan terganggu.

Guna mengatasi ancaman perubahan iklim, masyarakat diimbau untuk beralih ke pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Langkah penyelematan bumi tidak harus selalu dimulai dengan proyek besar yang rumit. Perubahan besar justru sering kali lahir dari konsistensi melakukan tindakan-tindakan kecil yang nyata di rumah.

Beberapa aksi nyata yang disarankan antara lain adalah membuang sampah pada tempatnya dan membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk membiasakan diri menghemat penggunaan air bersih serta menanam pohon di pekarangan rumah. Pola konsumsi yang bijaksana dan tidak berlebihan menjadi kunci utama.

"Menjaga alam bukanlah semata-mata menyelamatkan pohon, sungai, atau hewan, tetapi juga menjaga kualitas kehidupan manusia sekarang dan di masa depan," tegas Aditya. Upaya pelestarian ini diharapkan dapat menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat Tarakan agar bumi tetap menjadi tempat tinggal yang aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....