2.816 Anak di Tarakan Tidak Sekolah

  • 05 Jun 2026 19:43 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Dinas Pendidikan Kota Tarakan mencatat masih adanya jurang pemisah (gap) dalam pemerataan pendidikan lokal dengan adanya ribuan anak yang tidak bersekolah.

Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 2.816 anak di Bumi Paguntaka berstatus putus sekolah (drop out) maupun tidak melanjutkan jenjang pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, membeberkan bahwa angka tersebut didominasi oleh faktor ekonomi keluarga. "Data terakhir di dashboard kami menunjukkan ada 2.816 anak yang putus sekolah atau lulus tapi tidak melanjutkan," jelasnya dalam dialog Sapa Kaltara RRI.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Fakta ini menjadi kontras mengingat Angka Partisipasi Sekolah (APS) makro di Tarakan sebenarnya berada di kategori sangat baik. Saat ini, persentase APS untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) telah mencapai 98,6 persen, sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di angka 86 sekian persen.

Dari total 43.816 jiwa anak usia wajib belajar (7-15 tahun) di Tarakan, mayoritas memang sudah terserap di sekolah reguler maupun madrasah dan pondok pesantren. Sisa angka anak yang belum tercover inilah yang kini coba ditekan melalui keberadaan Sekolah Rakyat (SR).

"Keberadaan SR ini sangat nyata membantu kami dalam mendongkrak angka partisipasi sekolah karena langsung menyasar anak tidak sekolah. Sinergi dengan semua pihak akan terus kita lakukan untuk menekan angka ATS di Tarakan," tuturnya. (setya)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....