DKPP Tarakan Buka Layanan IB Gratis, 660 Bibit Tersedia untuk Peternak
- 04 Jun 2026 07:08 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan membuka layanan Inseminasi Buatan (IB) atau suntik kawin sapi dan kerbau secara gratis bagi peternak.
Program ini bertujuan meningkatkan populasi sapi dan mendorong Tarakan menuju swasembada daging.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus, mengatakan Tarakan mendapat jatah 660 bibit untuk IB dan semen beku. Hingga kini baru terpakai sekitar 80-an dosis.
Paulus menegaskan layanan IB tidak dipungut biaya sama sekali. Peternak cukup melapor begitu melihat tanda-tanda sapi atau kerbau birahi, seperti keluar cairan dari kelamin.
“Gratis tuh, gratis. Inseminasi buatan tinggal dilihat tanda-tanda birahi, lalu lapor. Setelah lapor tidak boleh lebih dari 6 jam harus disuntik karena kalau lewat kan tidak nafsu lagi ya,” ujar Paulus, Rabu (1/6/2026).
Peternak bisa langsung menghubungi PPL, petugas DKPP, atau Babinsa Kelurahan. Tim akan langsung datang ke kandang.
Untuk biaya retribusi, kata Paulus, tetap ada sesuai aturan. Tapi untuk jasa IB dan semen beku-nya 100% gratis.
Adapun jenis semen beku yang digunakan bervariasi sesuai bibit sapi di Tarakan. Ada bibit straw sapi Angus, Bali, Wagyu, simental dan beberapa jenis lain. Stok terbaru datang dari provinsi, diimpor dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBI) Lembang, Jawa Barat dan BBI Singosari, Malang.
“Jenis sapinya yang jadi bibit ini ada Anus, ada sapi Bali, ada beberapa dan ini baru datang dari provinsi. Ini yang dikirimkan dari BBI Lembang sama BBI Singosari Malang. Tadi kita minta bantuan ke sana dulu,” kata Paulus.
Ia bercerita, permintaan bibit ini ditindaklanjuti setelah Wali Kota Tarakan bertemu Menteri Pertanian dan Dirjen Peternakan tahun lalu. Saat ditanya butuh berapa banyak semen beku, pihaknya langsung mengajukan.
“Pulang dari sana seminggu saat itu ditelepon kita akan kirimkan. Penyediaan kita di sini yang dua cair itu, yang dingin dan di bawah suhu -3 derajat harus kita belinya di Samator Bontang tempatnya,” ujar Paulus. .
Paulus menyebut tantangan terbesar Tarakan saat ini adalah kurangnya indukan betina. Karena itu DKPP sedang berkoordinasi dengan peternak di Gorontalo dan Bone untuk mendatangkan sapi betina.
“Ada peternak si Salsa Pemuda Jaya banyak sapinya itu di sana. Dia bilang saya mau saya mau kembangkan. Aku bilang kalau kau punya sapi betina kita yang jaga dari dinas, kita ide kita yang pantau kita lihat perkembangannya. Dia bilang bikinkanlah saya surat, saya siap beli dia mau 20 atau 30 ekor yang betina semua,” jelasnya.
Ia menambahkan, lalu lintas ternak betina punya aturan khusus sehingga masih dikoordinasikan dengan Gorontalo. Jika jadi, peternak di Tarakan seperti Harapan Cahaya Baru siap mengembangkan.
“Kalau ada itu dia mengembangkan gitu karena ada peternakannya itu. Nah dia bilang jamin dong di kantor ada tanpa dipungut bayaran inseminasi buatan,” tutup Paulus.
DKPP Tarakan mengimbau seluruh peternak agar memanfaatkan program IB gratis ini dan segera melapor ke PPL terdekat agar populasi sapi Tarakan terus bertambah. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....