Stok Minyakita Menipis, 60℅ Kuota Dibagi ke Distributor Umum
- 21 Mei 2026 21:02 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kelangkaan Minyakita di pasaran disebabkan distribusi yang sudah tersalurkan dan stok Bulog menipis. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pedagang Dinas Koperasi, Usaha Kecil Meneanfs dan Perdagangan (DKUKMP) Tarakan, Erni.
Menurutnya, pemerintah pusat sudah membagi kuota Minyakita dalam skema DMO menjadi 60% untuk pasar umum melalui distributor dan 40% khusus untuk Bulog.
“Yang 40% Bulog ini sudah sebagian besar tersalurkan. Makanya stok di Bulog sekarang lagi minimalis, makanya tidak ada tersedia Minyakkita,” ujar Erni, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, kuota 60% untuk distributor disebut masih tersedia dan sudah disebarkan sejak awal tahun. Namun kekosongan di pasar membuat harga di tingkat pedagang naik.
Erni menjelaskan, banyak pedagang membeli Minyakita dari toko-toko yang mendapat pasokan Bulog, lalu menjualnya kembali dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau pedagang yang di RPK itu sesuai HET. Kalau yang beli di toko besar lalu dijual lagi,” jelasnya.
Ia menegaskan praktik penjualan di atas HET sebenarnya tidak diperbolehkan. Namun pedagang melakukannya agar barang dagangan tidak kosong.
“Kalau sanksi bukan dari kami. Mungkin ketegasan dari Satgas Pangan. Kami paling imbau, lebih baik jangan menjual daripada menjual di atas HET,” katanya.
Erni menyarankan masyarakat membeli Minyakita di RPK atau toko yang ditunjuk Bulog agar mendapatkan harga sesuai HET. Jika tidak tersedia, ia menyarankan beralih ke minyak premium.
“Sekarang stok hanya ada di distributor yang disalurkan dari produsen. Kalau dari Bulog sendiri belum ada info kapan datang lagi,” tutur Erni. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....