Bernilai Tinggi, 70 Persen Ikan Tangkapan Nelayan Kaltara di Ekspor

  • 09 Mei 2026 18:13 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara (Kaltara), Rustan mengakui ikan hasil tangkapan nelayan Kaltara bernilai ekonomis tinggi.

Seperti ikan bawal, kakap, ikan merah, arut, senangin dan lain-lain. Semua itu memiliki harga pasar yang mahal di luar negeri. Jadi banyak ikan hasil tangkapan nelayan di ekspor.

Hal itu disampaikan Rustan menanggapi keluhan masyarakar terhadap banyaknya ikan kualitas di jual ke luar negeri dibandingkan di pasar lokal.

"Hasil tangkapan nelayan Kalimantan Utara itu 70 persen ekspor, 30 persen hanya di pasar lokal. Karena nilainya memang ikan-ikan mahal semua," ujarnya.

"Seperti ikan arut senangin bawal, itu pun kalau ada bawal, itu nomor empat. Kalau bawal nomor satu atau dua itu ekspor semua, nilainya ratusan ribu perkilo," imbuhnya saat diwawancarai awak media, Minggu (3/5/2026).

Nelayan juga terpaksa banyak menjual ke luar negeri agar bisa menutupi biaya operasional melaut yang besar.

Menurutnya, yang dijual di pasar lokal, ikan kualitas masih di bawah ekspor. Itu pun harganya tetap dianggap mahal oleh pembeli. "Kalau itu (ikan ekspor) turun, kasihan kita, karena biaya operasional kita besar, apalagi waktu melaut sekarng tidak seperti dulu lagi, kita harus batasi karena cuaca dan lain-lain," ungkap Rustam.

Senada, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara, Rukhi Syayahdin juga mengakui hasil tangkapan nelayan Kaltara bernilai ekonomis sehingga banyak diekspor.

"Ikan yang diekspor ke luar itu adalah ikan yang bernilai ekonomis tinggi. Ikan yang dijual di pasar lokal adalah yang mampu dijangkau masyarakat, bisa dibeli. Misalnya ikan layang, bandeng. Kalau ikan merah 1 kg, Rp65 ribu, ikan bawal Rp100 ribu, pasti mereka jual ke Tawau," ujarnya.

Ada pun beberapa tujuan negara ekspor hasil perikanan dan Kelautan Kaltara seperti ke Malaysia dan China. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....