Sabar dan Syukur: Kunci Menghadapi Ujian Hidup di Era Modern
- 08 Mei 2026 16:17 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Menghadapi dinamika kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian, sikap sabar dan syukur menjadi fondasi spiritual yang krusial bagi setiap individu. Hal ini ditegaskan dalam program dialog "Religi Pagi Islam" yang disiarkan oleh RRI Tarakan pada Jumat (1/5), dengan menghadirkan narasumber Dra. Hj. Maryam, M.Si.
Dalam tausiahnya yang bertema "Sabar Mengubah Keluh Menjadi Syukur", Hj. Maryam menjelaskan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia. Ia menekankan bahwa keluhan sering kali muncul saat seseorang terlalu fokus pada ekspektasi yang tidak terpenuhi, sehingga melupakan limpahan nikmat lain yang masih ada.
"Sabar itu bukan sekadar menahan diri, tetapi kemampuan menjaga hati agar tetap jernih saat keadaan tidak sesuai harapan. Ia adalah jembatan menuju rasa syukur," ungkap Hj. Maryam dalam dialog virtual tersebut.
Hj. Maryam juga menyoroti fenomena sosial saat ini, di mana banyak individu memilih media sosial sebagai tempat untuk menumpahkan keluh kesah. Menurutnya, tindakan tersebut tidak etis dan justru berisiko membuka aib pribadi tanpa memberikan solusi yang nyata. Beliau menyarankan agar setiap kegelisahan diadukan langsung kepada Sang Pencipta melalui doa dan zikir.
Lebih lanjut, dialog tersebut menggarisbawahi bahwa sabar bukanlah tanda kelemahan atau sikap pasrah yang pasif. Sebaliknya, sabar merupakan bentuk kekuatan pengendalian diri yang luar biasa untuk tetap bertahan dan berikhtiar di tengah kesulitan, sembari meyakini bahwa setiap ujian memiliki hikmah dan akan mendatangkan kebaikan pada waktunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....