DPR RI Dukung Peningkatan Keamanan Mutu Perikanan Kaltara

  • 01 Mei 2026 13:00 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Anggota Komisi IV Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hasan Saleh mendukung upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam meningkatkan mutu hasil perikanan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Bulan Mutu Perikanan 2026 di rumah aspirasinya, Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Berat, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini dinilai salah satu upaya meningkatkan mutu perikanan, dengan mengedukasi masyarakat. Karena dengan gemar makan ikan dapat meningkatkan kecerdasan anak.

"Kita masih jauh di bawah level di Singapura saja kita masih jauh dibawah level standar. Standar kecerdasan kita dengan Singapura kita jauh di bawah. Hal inilah yang kita mau tingkatkan," ujar Hasan Saleh.

Dukungan juga ditunjukkan melalui perjuangannya di Senayan untuk membantu nelayan dan petani. Diantaranya tahun ini berhasil mendapatkan bantuan melalui Kementerian KKP untuk warga Bulungan yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Sebelumnya tahun 2025 untuk warga Taralan.

Sementara itu, dalam kegiatan itu juga disalurkan bantuan 455 paket ikan bandeng kepada masyarakat. Menurut Hasan Saleh bantuan tersebut berasal dari pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

"Memang ada program dari pemerintah yang diprakarsai oleh Kementerian KKP melalui DKP Kaltara dan DKP Tarakan, diberikan tugas oleh negara untuk mensejahterakan masyarakat dengan membagikan ikan sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi ikan yang bermutu sehingga bisa melahirkan anak yang cerdas," ujar Hasan Saleh kepada awak media.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Hasan Saleh untuk menyerap aspirasi warga terkait perikanan. Di antaranya mahalnya harga ikan. Sementara Tarakan dikenal daerah penghasil ikan karena dikelilingi laut.

Selain itu warga juga mengharapkan adanya bantuan pembiayaan untuk pengembangan UMKM di bidang perikanan, terutama usaha kan bandeng tanpa duri. Sehingga bisa dipasarkan lebih luas lagi. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. (Rajab)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....