Gubernur : Buruh Penentu Arah Pembangunan Daerah

  • 01 Mei 2026 08:46 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kaltara tidak sekadar seremoni. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama perwakilan buruh menggelar diskusi publik di D’Kafetaria Coffee, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan itu sebagai ruang terbuka membahas arah kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil dan konkret. Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan bahwa buruh bukan sekadar pelengkap dalam roda industri, melainkan aktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

“Pekerja adalah aset utama pembangunan. Tanpa kontribusi mereka, roda perekonomian tidak akan berjalan optimal. Karena itu, perlindungan tenaga kerja bukan pilihan, tapi kewajiban yang harus dipenuhi,” tegas Zainal.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pekerja dan kebutuhan industri. Menurutnya, konflik ketenagakerjaan kerap muncul akibat komunikasi yang tersumbat dan ketimpangan pemahaman antar pihak.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Buruh, pengusaha, dan pemerintah harus duduk bersama. Diskusi seperti ini harus menghasilkan rumusan strategis, bukan sekadar wacana,” ujarnya.

Mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, Gubernur menilai tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, terutama di tengah arus transformasi digital dan persaingan global.

“Kalau kita tidak beradaptasi, kita akan tertinggal. Peningkatan kompetensi, pelatihan vokasi, dan penguatan jaminan sosial harus menjadi prioritas bersama,” katanya dengan nada tegas.

Ia mengingatkan bahwa hubungan industrial yang sehat hanya bisa terwujud jika semua pihak menjalankan hak dan kewajibannya secara seimbang. “Pengusaha butuh kepastian usaha, pekerja butuh kepastian perlindungan. Kuncinya ada pada keadilan dan komitmen bersama,” bebernya.

Zainal juga mengajak seluruh elemen untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan, bukan konfrontasi.

“Kalau komunikasi terbuka, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Stabilitas daerah dan produktivitas kerja hanya bisa dijaga dengan saling menghargai,” tegasnya lagi.

Menutup pernyataannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja di Kaltara atas kontribusi nyata mereka dalam pembangunan daerah.

“Saya mengapresiasi dedikasi para pekerja. Teruslah bekerja dengan profesionalisme dan integritas. Kita punya satu tujuan, kesejahteraan bersama yang berkelanjutan,” tuturnya. (rln)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....