Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Jadi Atensi Kapolda

  • 27 Apr 2026 16:29 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi perhatian utama Kapolda Kaltara, Irjen. Pol. Djati Wiyoto Abadhy, dalam arahannya pada apel pagi di Mapolda Kaltara, Senin (27/4/2026).

Kapolda menegaskan bahwa tantangan tugas kepolisian saat ini semakin kompleks, seiring dinamika global yang turut berdampak pada kondisi dalam negeri.

Ia menjelaskan, tekanan ekonomi global, fluktuasi harga energi, hingga ketidakpastian geopolitik menjadi faktor yang dapat memicu potensi gangguan di tengah masyarakat, termasuk akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi.

“Polisi yang baik bukan hanya hadir saat masalah terjadi, tetapi mampu membaca potensi masalah sebelum itu muncul,” katanya.

Menurutnya, kemampuan deteksi dini harus menjadi kepekaan dasar setiap personel Polri. Dengan memahami situasi dan kondisi lingkungan secara cepat dan tepat, potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak lengah terhadap perubahan situasi di lapangan. Pentingnya langkah preventif sebagai kunci utama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kaltara.

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang tengah terjadi, termasuk fenomena El Nino yang berdampak pada kesehatan dan stamina personel di lapangan.

Dalam situasi tersebut, ia mengimbau seluruh anggota untuk tetap menjaga kondisi fisik agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Personel harus tetap prima, karena tugas kita bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jangan sampai kondisi kesehatan menurun justru menghambat pelayanan,” ujarnya.

Menutup arahannya, Irjen. Pol. Djati menekankan pentingnya menjaga profesionalitas, integritas, dan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah polisi yang tidak hanya ditakuti oleh pelanggar hukum, tetapi juga dicintai masyarakat. Pegang teguh prinsip profesional, humanis, dan berintegritas. Jangan pernah menyakiti hati masyarakat,” tuturnya. (rln)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....