Akademisi : WFH ASN Bulungan Bisa Hemat Anggaran Daerah
- 20 Apr 2026 11:20 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Penerapan Work From Home (WFH) berbasis kinerja bagi ASN di Kabupaten Bulungan mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam merespons ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada sektor ekonomi.
Dosen Administrasi Negara FISIP Universitas Kaltara (Unikal), Jimi Nasrun, M.I.P., menyebutkan bahwa WFH secara nasional dapat menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah. Efisiensi ini bersumber dari pengurangan operasional kantor dan perjalanan dinas.
"Secara teknis, pemerintah pusat telah menginstruksikan pemangkasan anggaran perjalanan dinas dalam negeri sebesar 50 persen. Sementara itu, perjalanan dinas luar negeri ditargetkan berkurang hingga 70 persen melalui sistem kerja digital," ujarnya.
Ia menekankan WFH adalah bagian dari adaptasi terhadap perubahan penggunaan energi. Dengan berkurangnya mobilitas ASN, konsumsi BBM dan penggunaan listrik kantor dapat ditekan secara signifikan oleh pemerintah daerah.
Namun, diingatkan adanya tantangan psikologis bagi para ASN. Perlu ada regulasi yang adil agar ASN di bagian pelayanan (WFO) tidak merasa terbebani dibandingkan rekannya yang bekerja dari rumah (WFH).
Salah satu usulan adalah pemberian insentif tambahan bagi ASN yang tetap bekerja di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga keharmonisan budaya kerja dan motivasi pegawai dalam memberikan layanan publik.
"Pemerintah Kabupaten Bulungan merespons positif masukan tersebut. Efisiensi dari penghematan listrik, air, dan BBM rencananya akan dialokasikan kembali untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat," jelas Jimi.
Selain penghematan biaya, WFH juga dianggap sebagai momentum mempercepat digitalisasi birokrasi. ASN dipaksa untuk lebih mahir menggunakan teknologi komunikasi dalam menjalankan tugas-tugas administratif.
Kebijakan WFH di Bulungan bukan sekadar tren, melainkan strategi bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan anggaran maupun tantangan global yang semakin kompleks. (Rst)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....